ANCAMAN YANG DIABAIKAN, KEHANCURAN YANG MENUNGGU: REFLEKSI ATAS KONDISI BANGSA HARI INI

oleh -42 Dilihat
oleh

Oleh Andriansyah Sinaga

Batam- Gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah serta meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional seharusnya dibaca sebagai alarm sosial, bukan sekadar peristiwa rutin yang berlalu tanpa makna.(14/6)

Ketua Pemuda ICMI Kepulauan Riau, Andriansyah Sinaga, menilai bahwa bangsa ini sedang menghadapi situasi yang memerlukan kepekaan dan keberanian dalam membaca realitas yang berkembang di tengah masyarakat.

“Yang kita khawatirkan bukan sekadar demonstrasi mahasiswa atau keluhan masyarakat terkait kebutuhan hidup. Yang lebih berbahaya adalah ketika berbagai peringatan tersebut dianggap biasa dan tidak melahirkan langkah korektif dari para pengambil kebijakan,” ujarnya.

Menurut Andriansyah, kondisi ekonomi yang semakin menekan daya beli masyarakat, tingginya biaya hidup, keresahan terhadap kebutuhan energi, serta terbatasnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda merupakan indikator yang tidak boleh diabaikan.

“Sejarah menunjukkan bahwa kehancuran sebuah bangsa bukan dimulai oleh krisis besar. Kehancuran selalu diawali oleh sikap abai terhadap gejala-gejala kecil yang terus dibiarkan menumpuk menjadi persoalan besar,” tegasnya.

Pemuda ICMI Kepri menilai bahwa Batam sebagai salah satu pusat industri, investasi, dan perdagangan nasional tidak akan kebal terhadap dampak perlambatan ekonomi. Ketika biaya hidup meningkat sementara pendapatan masyarakat tidak bertumbuh secara seimbang, maka tekanan pertama akan dirasakan oleh buruh, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, dan keluarga-keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah.

Lebih jauh, Andriansyah Sinaga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi atau megahnya infrastruktur. Pembangunan harus diukur dari sejauh mana rakyat merasa aman, sejahtera, dan memiliki harapan terhadap masa depannya.

“Kita tidak sedang pesimis terhadap bangsa ini. Namun optimisme yang sehat harus dibangun di atas keberanian mengakui masalah. Jangan sampai pemerintah terlena oleh angka-angka statistik sementara di lapangan masyarakat sedang berjuang mempertahankan daya hidupnya.”

Pemuda ICMI Kepulauan Riau mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan berbagai gejala sosial yang muncul hari ini sebagai bahan evaluasi bersama. Sebab ancaman terbesar bagi bangsa bukanlah kritik yang disampaikan mahasiswa atau rakyat, melainkan ketidakmampuan mendengar dan memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

“Jika berbagai peringatan hari ini terus diabaikan, maka yang sedang kita tunggu bukan lagi ancaman. Yang menunggu di depan adalah krisis kepercayaan publik yang dapat berkembang menjadi kehancuran sosial, ekonomi, dan moral bangsa secara perlahan,” tutup Andriansyah Sinaga.

Pemuda ICMI Kepulauan Riau
Batam, Juni 2026

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.