Dinkes Anambas Ingatkan Waspada Hantavirus, Warga Diminta Jaga Kebersihan

oleh -16 Dilihat
oleh
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kepulauan Anambas, Feri Oktavia.

Realbatam.com. Anambas-Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus yang dapat ditularkan melalui tikus.

Meski bukan penyakit baru, virus ini dinilai berbahaya karena memiliki gejala awal mirip flu biasa, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal.

Selain itu, hantavirus juga dapat menyebar melalui paparan debu, udara, hingga partikel yang telah terkontaminasi urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi.

Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran hantavirus yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat di wilayah Kepulauan Anambas.

Menurut Feri Oktavia, hantavirus dapat menular saat seseorang bersentuhan dengan lingkungan yang telah tercemar oleh tikus terinfeksi. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama saat membersihkan area yang kotor atau jarang digunakan.

“Gejala awal yang ditimbulkan antara lain demam, nyeri otot, sakit kepala, mual hingga gangguan pernapasan pada kasus berat yang dapat menyerang paru-paru dan ginjal,” kata Feri Kamis 14 Mei 2026 di Tarempa.

Meski demikian, Dinkes Anambas meminta masyarakat tidak panik menghadapi ancaman tersebut. Namun, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan rumah, gudang, pasar, dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menyimpan makanan di tempat tertutup serta membuang sampah secara rutin guna mencegah berkembangnya tikus di lingkungan permukiman.

“Simpanlah makanan ditempat yang tertutup, buang sampah secara teratur dan harus menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang diduga terpapar kotoran tikus,” ujar Feri.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas juga meminta seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Kepulauan Anambas meningkatkan pemantauan terhadap pasien yang memiliki gejala mengarah pada hantavirus.

Menurut Feri, hingga saat ini belum ditemukan laporan adanya pasien dengan indikasi hantavirus di Anambas. Namun demikian, langkah pencegahan tetap harus diperkuat agar risiko penularan dapat diminimalkan sejak dini.

“Memang belum ada laporan dari petugas kesehatan terkait adanya pasien dengan gejala hantavirus, untuk itu masyarakat harus tetap waspada, jaga kebersihan lingkungan supaya jangan sampai ada yang kena hantavirus,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.