LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26 PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Internasional

Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar

badge-check


					Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar Perbesar

RealBatam.com,Teheran – Dalam eskalasi ketegangan yang semakin memuncak di Timur Tengah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa ratusan personel militer Amerika Serikat tewas atau luka-luka akibat serangan balasan yang dilakukan Tehran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad (1/3/2026) menurut laporan kantor berita Fars.

Menurut pernyataan resmi IRGC, dalam serangan balasan tersebut jelas disebutkan bahwa puluhan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak (drone) dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS, termasuk di wilayah Bahrain, Kuwait, dan beberapa titik lain di kawasan Teluk. Serangan ini, menurut klaim Iran, berhasil menyebabkan 560 personel militer Amerika tewas atau luka-luka sebagai bagian dari operasi balasan besar-besaran terhadap apa yang disebut Teheran sebagai “agresi AS-Israel”.

Iran menyatakan bahwa serangan itu adalah tanggapan langsung terhadap serangkaian serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target strategis di dalam wilayah Republik Islam Iran, termasuk ibu kota Teheran dan infrastruktur militer penting lainnya. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan gabungan tersebut menimbulkan kerusakan yang luas serta korban sipil di beberapa provinsi Iran.

Dalam pernyataannya, juru bicara IRGC menegaskan bahwa operasi militer itu merupakan bagian dari hak Iran untuk membalas agresi luar negeri, dan akan terus berlanjut “tanpa henti” hingga tujuan strategis tercapai. Pernyataan tersebut juga mengklaim bahwa beberapa fasilitas komando dan dukungan utama militer AS mengalami kerusakan serius akibat serangan rudal dan drone Iran.

Sementara itu, media resmi Iran juga melaporkan bahwa selain target-target militer AS, pangkalan-pangkalan penting Israel menjadi bagian dari sasaran serangan balasan Tehran, yang menurut Iran turut menyebabkan banyak korban di jajaran pasukan agresor.

Hingga saat ini, klaim jumlah korban militer AS tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak berwenang Amerika Serikat atau organisasi internasional, dan tidak ada pernyataan resmi dari Pentagon yang menyatakan angka yang sama. Situasi di lapangan masih berkembang dan ketegangan militer antara kedua negara diperkirakan akan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Trending di Internasional