Rusia-China Kecam Serangan AS ke Iran Tewaskan Khamenei, Putin: Langgar Moral dan Hukum

oleh -134 Dilihat
oleh
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) saat menyambut kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di Teheran, 19 Juli 2022

RealBatam.com,Sumber Xinhuanet- Rusia dan China kompak mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kedua negara menilai aksi tersebut melanggar hukum internasional dan berisiko memperparah konflik di kawasan.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai tindakan yang “sinis” dan melanggar norma moral serta hukum internasional

Dalam surat yang dikirim kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin juga menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Pembunuhan ini dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap semua norma moral manusia dan hukum internasional,” tulis Putin, seperti dikutip dari pernyataan Kremlin, Minggu (1/3/2026), sebagaimana dilansir TASS.

Putin juga mengenang Khamenei sebagai tokoh penting yang berkontribusi besar dalam hubungan bilateral Rusia-Iran.

Ia meminta agar simpati dan dukungannya disampaikan kepada keluarga Khamenei, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran.

Sebelumnya, Rusia telah mengecam serangan tersebut sebagai “eksplorasi berbahaya” yang berpotensi memicu “bencana” di kawasan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga diketahui telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Rusia dan Iran sendiri diketahui semakin mempererat hubungan, termasuk melalui penandatanganan perjanjian kemitraan strategis pada 2025 yang mencakup kerja sama militer.

China: Serangan tak bisa diterima Sementara itu,
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan sikap serupa saat berbicara dengan Sergei Lavrov.

Ia menegaskan bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran, terutama di tengah proses negosiasi, merupakan tindakan yang “tidak dapat diterima”.

Wang menyebut pembunuhan terang-terangan terhadap pemimpin sebuah negara berdaulat serta upaya memicu perubahan rezim sebagai pelanggaran serius.

China juga mendesak penghentian segera aksi militer dan mendorong semua pihak kembali ke jalur dialog.
“China menyerukan penghentian segera tindakan militer, kembali ke dialog dan negosiasi secepat mungkin, serta menolak tindakan sepihak,” ujar Wang, dikutip dari media Pemerintah China Xinhua.

Selain itu, pemerintah China menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran.

Xinhua bahkan menyebut serangan tersebut sebagai “agresi terang-terangan terhadap negara berdaulat” dan bentuk politik kekuasaan yang melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Warga dievakuasi, penerbangan terganggu
Di tengah eskalasi konflik, Kedutaan Besar China di Israel mengimbau warganya untuk segera meninggalkan wilayah berisiko atau berpindah ke area yang lebih aman.

Pemerintah China juga meminta warganya di Iran untuk segera keluar melalui jalur darat menuju Azerbaijan, Armenia, Turki, atau Irak.

Dampak konflik juga terasa pada sektor penerbangan. Maskapai yang berbasis di Hong Kong, Cathay Group, menghentikan sementara operasional di Timur Tengah, termasuk penerbangan ke dan dari Dubai serta Riyadh, dan mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik.

Sejumlah maskapai lain juga dilaporkan membatalkan atau menyesuaikan penerbangan, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan.

Situasi ini menunjukkan konflik yang kian meluas tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga mengganggu mobilitas global dan stabilitas internasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.