Koalisi Hizbullah-Houthi dan IRGC Babat Israel Bersamaan, Militer Zionis Kelimpungan Dihujani Rudal

oleh -24 Dilihat
oleh

RealBatam.com,Teheran – Koalisi gabungan antara Hizbullah Lebanon, kelompok Houthi Yaman, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal besar-besaran secara bersamaan ke berbagai wilayah Israel, membuat sistem pertahanan militer Zionis kelimpungan dalam menghadapi hujan rudal dari berbagai front.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (3/4/2026), juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa kelompoknya telah melaksanakan operasi militer gabungan menggunakan sejumlah rudal balistik yang menargetkan area Yaffa di wilayah pendudukan Palestina .
Saree menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan pasukan sekutu di Iran, Irak, Palestina, dan Lebanon, serta berhasil mencapai seluruh target yang dituju .

Masyarakat Arab & Timur Tengah Operasi gabungan ini semakin memperluas medan perang yang sebelumnya hanya melibatkan Iran dan Hizbullah, kini dengan keterlibatan penuh kelompok Houthi yang menguasai sekitar 30 persen wilayah Yaman .

Sebelumnya pada pekan yang sama, IRGC bersama Hizbullah telah melancarkan serangan rudal gabungan yang menargetkan lebih dari 50 instalasi militer Israel di kota-kota besar seperti Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba .
Serangan yang digambarkan sebagai “operasi gabungan dan terintegrasi” itu diluncurkan secara bersamaan dari Iran dan Lebanon, dengan Hizbullah melepaskan sekitar 150 roket ke wilayah utara Israel selama berjam-jam .

Sementara itu, IRGC juga meluncurkan rudal balistik yang memicu sirine peringatan di Yerusalem dan wilayah tengah Israel .
Sistem Iron Dome Israel dilaporkan kewalahan menghadapi serangan massal ini, dengan hanya sekitar setengah dari sekitar 100 proyektil yang berhasil dicegat dalam satu hari .

Seorang pengamat militer Rusia, Yury Lyamin, menjelaskan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh penyebaran sistem pertahanan udara Israel yang kini tersebar ke seluruh negeri untuk melindungi dari ancaman drone Iran, sehingga mengurangi kepadatan pertahanan di wilayah utara .

Pakar militer dan analis politik menggambarkan serangan terkoordinasi antara Iran dan Hizbullah ini sebagai taktik jenius yang mengubah arah perang .
Profesor Alam Saleh dari Universitas Nasional Australia mencatat bahwa Iran belum mengerahkan seluruh kemampuan rudalnya, yang berarti masih ada kartu strategis tambahan yang dapat digunakan di masa depan.

Kelompok Houthi sendiri mengindikasikan bahwa keterlibatan militer mereka dalam konflik ini bersifat gradual dan tidak akan berhenti pada tingkat ini .
Mereka memperingatkan bahwa aksi-aksi selanjutnya akan ditentukan oleh eskalasi atau de-eskalasi dari pihak musuh .

Dengan terbukanya front keempat dalam perang ini setelah Iran, Hizbullah, dan milisi Irak, para analis memperingatkan bahwa konflik berpotensi semakin meluas dan mengganggu jalur perdagangan global, terutama di Selat Bab al-Mandab yang vital .

Situasi ini membuat militer Zionis kini harus berjuang di tiga front sekaligus melawan Iran, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman, sementara serangan rudal terus menghujani wilayah mereka tanpa henti.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.