Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Dunia

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

badge-check


					Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran Perbesar

Realbatam.com. Taheran-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang sejumlah kapal sebagai balasan atas serangan terhadap tanker Iran.

IRGC pada Sabtu (5/9) menyebut tiga kapal tanker minyak menjadi sasaran ketika melintas di Selat Hormuz. Tiga kapal lain yang disebut memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat juga dilaporkan terkena serangan di wilayah berbeda.

Iran berdalih kapal-kapal tersebut menggunakan jalur yang dianggap tidak sah saat melintasi perairan strategis tersebut. IRGC kemudian memperingatkan kapal lain yang berada di sekitar Teluk dan Selat Hormuz agar tidak melakukan pergerakan yang dinilai mencurigakan.

Peringatan itu muncul beberapa jam setelah Iran melaporkan tiga tanker minyaknya diserang pasukan Amerika Serikat di lepas pantai bagian selatan negara tersebut.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, memperingatkan Washington agar menghentikan serangan terhadap kapal Iran dan tidak melanjutkan tindakan yang disebut sebagai blokade laut.

Menurut Zolfaghari, jika tekanan terhadap pelayaran Iran terus dilakukan, respons militer Iran akan ditingkatkan dan cakupan serangan berpotensi meluas.

Situasi ini menambah tekanan di Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis bagi perdagangan energi dunia. Setiap peningkatan aktivitas militer di kawasan tersebut berpotensi mengganggu keamanan pelayaran dan menimbulkan kekhawatiran baru terhadap pasokan minyak global.

Iran dan AS kini berada dalam situasi yang semakin sensitif. Ancaman balasan dari kedua pihak membuat pergerakan kapal di sekitar Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena kesalahan perhitungan sedikit saja dapat memicu benturan yang lebih besar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Yaman Klaim 1.150 Petempur Houthi Dilumpuhkan dalam 1.900 Serangan

11 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Trending di Dunia