Arus Balik HMI: Dari Kuadran Pasar Menuju Sosialisme Konstitusional Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

Lampung

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

badge-check


					Abu Vulkanik, Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Perbesar

Abu Vulkanik, Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung

Realbatam.com. Lampung Selatan-Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda dilaporkan mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Diantaranya, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, Minggu, 6/09/2026.

Di Kota Bandar Lampung, abu berwarna kehitaman dilaporkan terlihat di Kemiling, Rajabasa hingga ke Telukbetung Selatan. Abu bahkan ditemukan di lantai rumah warga.

Salah satu warga Telukbetung Selatan, Nabil (20) mengatakan abu mulai dirasakan sore hari bahkan sudah sangat menggangu saat mengendarai sepeda motor.

“Debunya lumayan tebel, perih banget, tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata, sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” ujar Nabil.

Salah satu warga Telukbetung Selatan, Nabil (20), mengatakan abu mulai dirasakan pada sore hari. Kondisi tersebut bahkan cukup mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor.

“Debunya lumayan tebel, perih banget, tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata, sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” ujar Nabil.

Penampakan tebalnya abu vulkanik di area pemukiman warga

Menurut Nabil, abu vulkanik juga sudah cukup tebal dan menempel di halaman rumah.

“Di teras lantai dua rumah saya aja udah bias disapu, saking tebelnya,” sambung Nabil.

Dia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan masyarakat tetap mendapatkan informasi terkait perkembangan aktivitas GAK.

“Semoga cepat reda, karena kalau begini terus cukup mengganggu aktivitas warga,” harapnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali meningkat. Erupsi yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Fenomena tersebut terpantau dalam erupsi yang masih berlangsung hingga laporan pengamatan dibuat pada Sabtu, 5 September 2026.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan yang dikutip dari situs Magma ESDM menyebut erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran. Dengan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Rycko Menoza Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Kota Bandar Lampung

20 September 2026 - 14:14 WIB

Pura-Pura Cari Kerja Buruh Tebu, Pria Ini Curi Uang Rp40 Juta dan Ditangkap Polres Lampung Utara di Bandar Lampung

19 September 2026 - 21:01 WIB

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

14 September 2026 - 01:23 WIB

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

14 September 2026 - 00:42 WIB

Trending di Daerah