HUT ke-26 DPRD Batam, Amsakar Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan Hadiri Pisah Sambut Dandim 0315/Tanjungpinang, Wako Lis Harapkan Sinergi dengan Pemko Terus Berlanjut H-1 Porprov VI Kepri, Tanjungpinang Matangkan Persiapan Rangkaian Kegiatan Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Gelar Kursus Pengelola Dewan Kerja PB PII Desak Kapolda Jateng Dicopot Usai Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

Tanjungpinang

Setiap Kelurahan di Tanjungpinang Ditargetkan Miliki Anak Asuh Cegah Stunting pada 2026

badge-check


					Setiap Kelurahan di Tanjungpinang Ditargetkan Miliki Anak Asuh Cegah Stunting pada 2026 Perbesar

Realbatam.com. Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan setiap kelurahan memiliki minimal satu anak asuh dari keluarga berisiko stunting pada 2026 melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

 

Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, dalam pertemuan evaluasi dan penyusunan program GENTING di Aula Puskesmas Batu 10, Senin (25/5/2026).

 

Menurut Rustam, program orang tua asuh menjadi salah satu langkah percepatan penurunan stunting dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Bantuan yang diberikan dapat berupa dukungan nutrisi secara berkelanjutan, salah satunya pemberian telur selama tiga sampai enam bulan guna membantu pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya.

 

Pertemuan lintas sektor itu dihadiri camat, lurah, PKK, Baznas, perguruan tinggi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas gizi puskesmas, hingga penyuluh KB se-Kota Tanjungpinang.

 

Selain mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025, pertemuan juga membahas strategi penguatan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.

 

Rustam juga mengajak camat dan lurah turut menjadi orang tua asuh bagi anak-anak di wilayah masing-masing. Dukungan serupa juga diharapkan dari perguruan tinggi, akademisi kesehatan, Baznas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, baik melalui bantuan nutrisi maupun nonnutrisi.

“Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Tanjungpinang dapat berjalan lebih terpadu dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pisah Sambut Dandim 0315/Tanjungpinang, Wako Lis Harapkan Sinergi dengan Pemko Terus Berlanjut

31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

H-1 Porprov VI Kepri, Tanjungpinang Matangkan Persiapan Rangkaian Kegiatan

31 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Gelar Kursus Pengelola Dewan Kerja

31 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Trending di Tanjungpinang