PB PII Desak Kapolda Jateng Dicopot Usai Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Tanjungpinang

Kasus Malaria di Tanjungpinang Capai 129, Dua Kelurahan Jadi Fokus Penanganan

badge-check


					Kasus Malaria di Tanjungpinang Capai 129, Dua Kelurahan Jadi Fokus Penanganan Perbesar

Realbatam.com. Kota Tanjungpinang – Kasus malaria di Kota Tanjungpinang tercatat mencapai 129 kasus hingga pertengahan Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 99 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebaran kasus didominasi di dua wilayah, yakni Kelurahan Senggarang dan Kampung Bugis, yang kini menjadi fokus utama penanganan lintas sektor pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama unsur terkait menyiapkan sejumlah langkah pengendalian, mulai dari fogging, penyemprotan dinding rumah (Indoor Residual Spraying/IRS), hingga penguatan edukasi masyarakat untuk memutus rantai penularan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, dr. Elfiani Sandri, mengatakan peningkatan kasus malaria di sejumlah wilayah perlu segera ditangani secara terpadu untuk mencegah penyebaran.

“Ini menjadi perhatian serius dan perlu langkah bersama,” ujarnya dalam rapat penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria periode April–Juni 2026 di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (18/6).

Komisi Ahli Malaria Ferdinand J. Laihad menjelaskan pengendalian malaria tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Ia menyebut nyamuk Anopheles berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi dan tempat penampungan air.

“Upaya pencegahan juga didukung intervensi teknis untuk mencegah nyamuk berkembang biak di lingkungan rumah warga,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Yosei Susanti, menyatakan pemerintah provinsi siap memperkuat dukungan penanganan, terutama di wilayah dengan angka kasus tertinggi.

“Kami akan memperkuat penyuluhan kepada masyarakat serta mendukung pelayanan kesehatan bagi pasien malaria agar proses pemulihan berjalan optimal,” pungkasnya.

Sebagai langkah pengendalian, rapat tersebut menyepakati sejumlah percepatan penanganan, di antaranya penyuluhan serentak di seluruh kelurahan di Kota Tanjungpinang mengenai siklus hidup nyamuk Anopheles, pelaksanaan fogging oleh Dinas Kesehatan, serta dukungan Indoor Residual Spraying (IRS) dari Kementerian Kesehatan RI dan Komisi Ahli Malaria berupa penyemprotan dinding rumah.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan RI guna memperkuat penanganan malaria di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Rapat tersebut turut dihadiri unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, aparat kepolisian, hingga unsur kelurahan dan organisasi terkait.

Sumber: MC TPI
Redaksi: Asyraf A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Trending di Tanjungpinang