Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang 3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Kepulauan Riau

Kawasan Permukiman Komunitas Masyarakat Adat Suku Laut Jadi Perhatian Pemprov Kepri

badge-check


					Permukiman komunitas masyarakat adat Suku Laut di Desa Kelumu, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Perbesar

Permukiman komunitas masyarakat adat Suku Laut di Desa Kelumu, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Realbatam.com. Dompak-Pemprov Kepri mendorong perhatian lebih besar terhadap komunitas masyarakat adat Suku Laut yang masih tinggal di kawasan pesisir dan lokasi yang berpindah-pindah mengikuti kondisi lingkungan serta mata pencaharian.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, penanganan komunitas masyarakat adat Suku Laut tidak cukup hanya melalui pembangunan rumah. Program tersebut harus terintegrasi dengan sanitasi, akses pendidikan, konektivitas, dan penguatan ekonomi keluarga.

“Kalau hanya membangun rumah tanpa memperhatikan konektivitas dan kebutuhan dasar lainnya, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu harus ada pendampingan dan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” katanya dalam rapat digelar di Ruang Rapat Utama Pemprov Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (5/10/2026).

Rapat terkait Asistensi Penyelarasan dan Inventarisasi Program Pembangunan Infrastruktur Pusat di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026–2027, dihadiri perwakilan sejumlah balai dan satuan kerja kementerian yang menangani pembangunan jalan, sumber daya air, bangunan dan kawasan, prasarana strategis, serta penyediaan perumahan, juga sejumlah Kepala OPD terkait: Dinas PUPP, Perkim, dan Bappeda.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat dukungan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) APBN 2026 sebanyak 3.724 unit rumah yang dialokasikan bagi masyarakat di tujuh kabupaten/kota se-Kepri.

Menurut Nyanyang, Pemerintah Provinsi Kepri menekankan bahwa pembangunan rumah perlu diiringi dengan penyediaan sanitasi dan infrastruktur dasar agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting bagi wilayah pesisir dan kepulauan seperti Anambas, Natuna, Batam, dan Lingga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 14:31 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

30 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Trending di Kepulauan Riau