PB PII Desak Kapolda Jateng Dicopot Usai Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Kepulauan Riau

International Business Forum 2026 Digelar di Batam, Rancangan Akses Pelaku UMKM ke Pasar Global

badge-check


					International Business Forum 2026 Digelar di Batam, Rancangan Akses Pelaku UMKM ke Pasar Global Perbesar

Realbatam.com. Dompak-Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura membuka secara resmi kegiatan Kepri International Business Forum Tahun 2026, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harmoni One Kota Batam Provinsi Kepri, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang dirancang untuk memperluas akses pasar pelaku UMKM ke pasar global kali ini, diikuti delagasi dan pelaku usaha dari 10 negara. Mulai dari Korea Selatan, Turki Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand dan tuan rumah Indonesia.

Forum kali ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang juga telah dilaksanakan pada tahun lalu yakni ASEAN Business Forum Tahun 2025, dengan mengangkat dua tema utama yakni Halal World Forum dan Women Entrepreneur.

Dalam sambutannya Wagub Nyanyang mengatakan, bahwa forum ini dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kepri sendiri memiliki posisi yang sangat unik. Kami karena berada di salah satu jalur perdagangan internasional yang sangat strategis dan berhadapan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan juga Malaysia.

Posisi strategis tersebut didukung oleh kekuatan pertumbuhan ekonomi Kepri. Data BPS per Triwulan II 2026 menunjukan ekonomi kita tumbuh 6,99 persen secara year-on-year. Sehingga ini menjadi yang tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional.

“Ini tentu memberikan optimisme bahwa Kepri mempunyai fondasi yang kuat untuk mengambil peran yang lebih besar dalam perdagangan dan investasi internasional, ” kata Nyanyang.

Namun bagi kami, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi saja belum cukup. Pertanyaan terpentingnya adalah bagaimana pertumbuhan ini memberikan ruang yang semakin besar bagi UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok regional dan global.

“Inilah salah satu agenda besar Kita untuk mendorong Kepulauan Riau menjadi hub UMKM Indonesia bagian Barat, yang bisa menghubungkan produk-produk unggulan Indonesia dengan negara-negara di Asean, Timur Tengah dan juga Eropa, “imbuhnya.

Terkait kebijakan halal economy, Kepri tidak lagi hanya berbicara mengenai sertifikasi. Halal telah berkembang menjadi sebuah global value chain yang mencakup kualitas produk, keamanan pangan, packaging, traceability, logistik, pembiayaan, teknologi, branding, hingga kemampuan memenuhi standar pasar internasional.

Kepulauan Riau lanjutnya, memiliki kekuatan yang dapat kita tawarkan kepada dunia. Karena kita memiliki budaya Melayu yang kuat, ekonomi maritim, serta potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar.

“Karenanya produk kita mulai dari ikan dan seafood, olahan hasil laut, kuliner Melayu, fesyen dan kriya, hingga berbagai produk UMKM kita mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi produk halal berstandar internasional, “jelasnya.

Tantangan Kepri sekarang adalah, tegas Nyanyang, bagaimana membawa UMKM tersebut naik kelas, dari local product menjadi global product. Pun dari sekadar menjual produk menjadi bagian dari global supply chain. Karena itu, saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai webinar dan pertukaran gagasan.

Lebih dari itu, Kepri ingin membangun business matching, investment matching, knowledge sharing, market access, dan yang paling penting adalah real business collaboration. Dengan mempertemukan UMKM di akepri kepada para buyer, distributor, investor, lembaga sertifikasi, penyedia teknologi, industri packaging dan mitra internasional, pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Kepri Riki Rionladi berharap melalui forum ini, Pemprov Kepri dapat meyakinkan kepada berbagai pihak bahwa Kota Batam Kepulauan Riau adalah hub Indonesia bagian barat untuk tempat pengembangan pemasaran produk UKM yang ada ke pasar global.

Pada kesempatan tersebut juga di lakukan pemotongan tumpeng bersempana Hari Jadi Provinsi Kepri Ke- 24 Tahun 2026, yang di tandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan diberikan kepada utusan delegasi negara peserta.

Juga dalam kesempatan tersebut dilalukan penandatangan kerjasama yang melibatkan seluruh perwakilan delegasi, untuk melakukan pemasaran produk unggulan dari seluruh negara peserta Kepri Internasional Business Forum 2026 ini. . (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 14:31 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

30 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Trending di Kepulauan Riau