Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

Jawa Timur

Cak Imin Sindir Kepemimpinan NU Lima Tahun Terakhir: Rusak Ukhuwah Nahdliyah

badge-check


					Cak Imin Sindir Kepemimpinan NU Lima Tahun Terakhir: Rusak Ukhuwah Nahdliyah Perbesar

Cak Imin Sindir Kepemimpinan NU Lima Tahun Terakhir: Rusak Ukhuwah Nahdliyah

Realbatam.com. Jombang-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung kriteria tokoh yang dinilai sesuai untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menegaskan, kepemimpinan NU ke depan tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi dalam lima tahun terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin seusai menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Saat ditanya mengenai sosok yang sesuai menjadi Ketua Umum PBNU, Cak Imin memberikan jawaban singkat namun menekankan pentingnya evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya.

“Ya, yang sesuai itu ya, jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” kata Cak Imin sesaat sebelum masuk ke mobilnya.

Menurut Cak Imin, pemimpin NU harus memiliki kesadaran terhadap besarnya kekuatan organisasi dan mampu membangun kemandirian. Ia menilai NU tidak boleh menggantungkan kekuatan organisasinya kepada pihak lain.

“Ya, kami mengetuk kesadaran para pimpinan NU, tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun,” ujarnya.

Cak Imin juga menyoroti kondisi ukhuwah nahdliyah yang menurutnya mengalami kerusakan selama lima tahun terakhir. Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi dalam Muktamar ke-35 NU.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini merusak ukhuwah nahdliyah. Ukhuwah yang merekatkan potensi agar kemandirian dan kekuatan sosial ekonomi NU bisa terjaga,” ujarnya.

Karena itu, Cak Imin menekankan pentingnya menjadikan Muktamar ke-35 NU sebagai momentum evaluasi sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi,” imbuhnya.

Pernyataan Cak Imin tersebut disampaikan di tengah proses menuju Muktamar ke-35 NU, yang menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan kepemimpinan dan arah NU pada periode berikutnya.  (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PC SEMMI Kediri Raya Gaungkan Isu Lokal, Minta Generasi Muda dan Pendatang Peduli Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 19:40 WIB

FKMT Kabupaten Kediri Apresiasi Inisiatif PC SEMMI Kediri Raya Gelar Diskusi Terbuka Bersama Masyarakat dan Mahasiswa

18 Oktober 2026 - 17:14 WIB

PC SEMMI Kediri Raya Audiensi dengan Kapolres Kediri, Perkuat Sinergi demi Kamtibmas dan Kemajuan Daerah

6 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Andri Haris Setiawan Tekankan Pentingnya Soal Pembagian Kekuasaan bagi Ormawa di UNESA

20 September 2026 - 02:34 WIB

Trending di Jawa Timur