Arus Balik HMI: Dari Kuadran Pasar Menuju Sosialisme Konstitusional Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

Jakarta

Jefry Mahasiswa Jakarta Asal Kalbar Soroti Karhutla di Kalimantan: Jangan Tunggu Asap Menyebar

badge-check


					Jefry Mahasiswa Jakarta Asal Kalbar Soroti Karhutla di Kalimantan: Jangan Tunggu Asap Menyebar Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian dari mahasiswa asal Kalimantan Barat yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

Jefry, mahasiswa Jakarta asal Kalimantan Barat, mengatakan karhutla tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan lingkungan. Menurut dia, dampaknya turut menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

“Bagi kami yang berasal dari Kalimantan Barat, kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan. Ini menyangkut kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan masa depan masyarakat,” ujar Jefry.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terdeteksinya 1.487 titik panas di berbagai wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026).

Jefry menilai pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan. Penanganan, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah membesar.

“Jangan sampai penanganan baru dilakukan ketika asap sudah menyebar dan masyarakat menjadi korban,” katanya.

Selain memperkuat pencegahan, Jefry juga mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara ilegal.

Menurut dia, persoalan karhutla harus ditempatkan sebagai agenda yang ditangani secara berkelanjutan, bukan hanya menjadi perhatian ketika musim kemarau tiba.

“Kalimantan adalah rumah bagi jutaan masyarakat dan kekayaan alam Indonesia. Karena itu, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Jefry.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam pencegahan karhutla serta memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak asap dan penurunan kualitas udara.

Bagi Jefry, upaya menjaga Kalimantan dari karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab antargenerasi agar lingkungan tetap aman dan layak dihuni.

Penulis: Yusug W
Editor  : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Sambut Hari Keuangan Nasional, BEM Institut STIAMI Audiensi dengan Badan Supervisi LPS Bahas Literasi Keuangan

13 Oktober 2026 - 16:24 WIB

MAPERTA dan KONFERCAB GAMKI Jakarta Timur Berlangsung Sukses, Ivan Cessar Simanjuntak Terpilih sebagai Ketua dan Riston Anju Sinambela sebagai Sekretaris

13 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Dukungan Pelindo Hantarkan Anak Putus Sekolah Dapat Akses Pendidikan

4 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Menuju 5 Abad Jakarta, 200 Pemuda Dibekali Kepemimpinan dan Kemampuan Kolaborasi

1 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Trending di Jakarta