Dari Jambi untuk Indonesia: Dr. Rafidah Bawa Misi Besar Menjadikan Ekonomi Syariah sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

oleh -41 Dilihat
oleh

Realbatam.com. JAMBI – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan lanskap bisnis yang semakin dinamis, Provinsi Jambi mengirimkan sinyal optimisme. Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Provinsi Jambi periode 2026–2031 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan awal dari gerakan besar untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Tongkat kepemimpinan IAEI Jambi kini berada di tangan Dr. Rafidah, sosok yang membawa semangat kolaborasi dan transformasi untuk memperkuat peran ekonomi syariah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (3/6/2026), dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, Sekretaris Jenderal IAEI Pusat Sutan Emir Hidayat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Mahbud Dariyanto, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kepala OJK Provinsi Jambi, serta berbagai elemen pemerintah, akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat.

Di balik prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat, tersimpan harapan besar agar ekonomi syariah tidak lagi dipandang sebagai sektor pelengkap, melainkan menjadi kekuatan utama yang mampu menggerakkan UMKM, memperluas industri halal, menciptakan lapangan kerja, hingga meningkatkan daya saing daerah.

Dr. Rafidah menilai Jambi memiliki semua modal untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Kekayaan sumber daya alam, besarnya jumlah pelaku UMKM, serta dukungan berbagai lembaga menjadi fondasi kuat untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Bank Indonesia, OJK, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah di daerah. Potensi Jambi sangat besar dan perlu dikelola secara optimal agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rafidah.

Menurutnya, tantangan ekonomi masa depan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan, keberlanjutan, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam ekonomi syariah.

Karena itu, kepengurusan baru IAEI Jambi akan memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas UMKM, pengembangan industri halal, hingga mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di era ekonomi digital.

Bagi Rafidah, keberhasilan ekonomi syariah tidak diukur dari banyaknya seminar atau diskusi yang digelar, melainkan dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Gubernur Jambi terhadap pengembangan ekonomi syariah. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi besar untuk mempercepat lahirnya berbagai program strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Gubernur agar IAEI hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam memberikan solusi atas berbagai tantangan ekonomi masyarakat. Ke depan, kami ingin menghadirkan program yang konkret, terukur, dan memberikan dampak langsung,” katanya.

Lebih jauh, Rafidah menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki peluang besar untuk menjadi wajah baru pembangunan ekonomi daerah. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bisnis yang beretika dan berkelanjutan, ekonomi syariah hadir sebagai solusi yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, IAEI Jambi menargetkan lahirnya ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, modern, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Harapannya, Jambi tidak hanya menjadi pengguna konsep ekonomi syariah, tetapi juga menjadi salah satu daerah yang berkontribusi melahirkan inovasi dan pemikiran ekonomi Islam bagi Indonesia.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat di Provinsi Jambi. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah,” pungkas Rafidah.

Pelantikan ini menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Ia menjadi simbol lahirnya optimisme baru, bahwa dari Jambi dapat tumbuh sebuah kekuatan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.