Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB

Pemko Batam

Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, belum lama ini. Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, belum lama ini.

Realbatam.com. Batam–Dari sebuah rumah sederhana di kawasan Sagulung, kisah Daniel Perangin Angin menggambarkan keteguhan seorang anak muda yang telah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akibat kelumpuhan. Namun di balik perjalanan panjang itu, secercah harapan kini mulai tumbuh seiring hadirnya perhatian Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, yang bergerak cepat memastikan Daniel mendapatkan akses layanan dan bantuan yang dibutuhkan.

Pada Jumat (5/6/2026), jajaran Pemko Batam yang terdiri dari Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, serta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam turun langsung ke kediaman Daniel Perangin Angin di Kaveling Sagulung Mandiri (Kaveling Melati), RT 01/RW 10, Kelurahan Sungai Pelunggut.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi Daniel, melakukan asesmen sosial, serta menindaklanjuti kebutuhan bantuan yang diperlukan, termasuk jaminan sosial dan layanan kesehatan.

Daniel diketahui telah mengalami kelumpuhan sejak sekitar 10 tahun terakhir dan membutuhkan pendampingan serta alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warga, terutama kelompok rentan dan penyandang disabilitas, terabaikan dalam pelayanan publik.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pemko Batam berkomitmen memastikan hak-hak warga terpenuhi, termasuk hak atas kesehatan dan kesejahteraan. Saya sudah meminta seluruh camat, lurah, dan Dinas Sosial untuk lebih proaktif menjangkau warga yang membutuhkan bantuan,” ujar Amsakar.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa akses layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan, terapi, maupun alat bantu. Sinergi antara BPJS, jaminan kesehatan daerah, dan program bantuan sosial akan terus kami optimalkan agar tepat sasaran,” kata Li Claudia.

Kepala Dinas Sosial Kota Batam melalui Sekretaris Dinsos, Chitra Widyia, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang berkembang di masyarakat dan media, sehingga tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.

Rombongan dari Kecamatan Sagulung dan Kelurahan Sungai Pelunggut dipimpin oleh Sekretaris Camat Sagulung Yanuar Pribadi dan Lurah Sungai Pelunggut Rasman Afandi. Sementara dari Dinsos Batam turut hadir jajaran fungsional, tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tim pendata.

Di lokasi, tim melakukan pendataan ulang, asesmen kondisi kesehatan, serta verifikasi data administrasi untuk memastikan Daniel dapat segera masuk dalam program bantuan yang sesuai.

“Verifikasi dilakukan langsung di lapangan, mulai dari kondisi kesehatan hingga kondisi keluarga, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar perwakilan Dinsos, Ahmad Yani.

Dari hasil asesmen awal, Daniel yang mulai mengalami gangguan kekakuan otot sejak duduk di bangku SMA pada 2016 dinilai membutuhkan perhatian khusus, termasuk kursi roda khusus, alat bantu mobilitas, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.

Dinsos Batam juga akan mengusulkan bantuan ke Kementerian Sosial RI sebagai langkah lanjutan agar Daniel segera mendapatkan akses bantuan yang lebih komprehensif.

“Proses tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk verifikasi data di Kementerian Sosial. Setelah itu, bantuan akan segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah setelah 10 tahun merawat Daniel secara mandiri di rumah.

“Selama ini kami berjuang sendiri. Hari ini kami sangat bersyukur karena pemerintah datang langsung melihat kondisi anak kami. Kami berharap Daniel bisa segera mendapat bantuan untuk pengobatan dan terapi,” ujar ibu Daniel, Vivi Wati br Sidabutar.

Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam dalam memperkuat layanan sosial yang inklusif dan responsif, sekaligus memastikan setiap warga mendapatkan hak yang sama dalam akses pelayanan public.

 

Sumber: MC Batam
Redaksi: Asyraf A
Editor : Amka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal

28 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga

28 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

28 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

28 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Trending di Batam