Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah

Pemko Batam

Batam Aero Engine Diresmikan, Amsakar Dorong Penguatan Ekosistem Industri Penerbangan

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat peresmian BAE di Hangar F Batam Aero Technic, Rabu (19/8/2026). Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat peresmian BAE di Hangar F Batam Aero Technic, Rabu (19/8/2026).

Realbatam.com. Batam-Batam kembali memperkuat perannya sebagai salah satu pusat industri penerbangan nasional. Hal itu ditandai dengan diresmikannya Batam Aero Engine (BAE), fasilitas pemeliharaan mesin pesawat milik anggota Lion Group, di Hangar F Batam Aero Technic, Rabu (19/8/2026).

Peresmian tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Menurutnya, kehadiran BAE tidak hanya menambah investasi di Batam, tetapi juga berpotensi memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah dan Provinsi Kepulauan Riau.

Amsakar mengatakan, dari empat kawasan ekonomi khusus (KEK) yang ada di Batam, Batam Aero Technic merupakan salah satu kawasan yang menunjukkan aktivitas kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ketika Batam Aero Technic kemudian akan melahirkan lagi Batam Aero Engine, ini sesuatu yang patut kita dukung dan apresiasi,” ujar Amsakar.

Ia menilai, keberadaan BAE menunjukkan perkembangan industri Batam mulai mengarah pada sektor yang membutuhkan keahlian dan kompetensi khusus. Menurutnya, investasi tidak semata-mata dilihat dari besarnya modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Amsakar juga mengapresiasi rencana penyediaan hunian bagi pekerja. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Ini yang patut diapresiasi ketika Lion Group menghadirkan tenaga kerja yang ahli dan diberikan fasilitas perumahan serta gaji yang layak kepada karyawannya,” katanya.

Ia berharap pola pengembangan industri yang diterapkan Lion Group dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang berinvestasi di Batam. Dengan demikian, pertumbuhan industri tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan pekerja.

Sementara itu, Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, peresmian BAE menjadi momentum penting dalam meningkatkan kemampuan Indonesia menangani perawatan mesin pesawat.

BAE berfokus pada pemeliharaan mesin pesawat dan melengkapi layanan Batam Aero Technic dalam ekosistem pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO).

Daniel menyebutkan, Batam Aero Technic saat ini memiliki sekitar 5.761 pegawai secara kumulatif. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 pekerja berada di Batam.

Menurutnya, kemampuan Indonesia dalam menangani mesin pesawat masih perlu terus diperluas. Kehadiran fasilitas khusus seperti BAE diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi tenaga ahli di bidang penerbangan.

“Semakin banyak kemampuan, semakin kuat industri penerbangan nasional,” ujar Daniel.

Ia menambahkan, industri MRO membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus. Tenaga profesional yang terlibat dalam ekosistem tersebut pun tidak hanya berasal dari Batam, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini menjadi nilai positif bagi Batam, karena industri ini bukan hanya menghadirkan tenaga ahli dari Batam, tetapi dari seluruh Indonesia,” katanya.

Daniel menegaskan, industri MRO perlu terus dikembangkan agar Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan perawatan pesawat secara mandiri. Bertambahnya kapasitas MRO di dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas perawatan pesawat di luar negeri sekaligus membuka peluang bagi Indonesia menggarap pasar jasa perawatan pesawat di kawasan Asia.

Peresmian BAE ditutup dengan penandatanganan prasasti Batam Aero Engine dan penyerahan kunci secara simbolis kepada karyawan Batam Aero Engine.

Sumber: MC Batam
Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

28 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

27 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Jambore PKK Batam 2026 Digelar November, 120 Kader Siap Berpartisipasi

27 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Hari Bakti ke-55, BP Batam Gaungkan Semangat “Batam Maju, Investasi Melaju”

26 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Trending di Batam