Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi. Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair Asia 2026 Sekolah Owner: Strategi Pengusaha Muda Tatap Peluang Ekonomi Global Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

Pemko Batam

Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026). Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026).

Realbatam.com. Batam-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir (GMPP) Kota Batam menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat peran sekaligus perlindungan terhadap masyarakat pesisir di tengah pesatnya pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026).

Amsakar mengatakan, Batam memiliki karakteristik sebagai daerah maritim dengan wilayah pesisir yang luas. Kondisi tersebut membuat berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat pesisir membutuhkan perhatian dan penanganan secara bersama.

Menurutnya, pembangunan Batam harus terus berjalan dengan tetap memperhatikan masyarakat yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan aktivitas pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja atas maunya pemerintah saja, tetapi mesti ada penglibatan dan keikutsertaan masyarakat di dalamnya,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menentukan dan menjalankan kebijakan. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus dapat meminimalkan berbagai dampak yang mungkin timbul.

Amsakar menjelaskan, setiap pembangunan memiliki konsekuensi yang harus dikelola secara bijaksana. Karena itu, masyarakat yang terdampak perlu mendapat perhatian dan dilibatkan dalam mencari solusi terbaik.

Masyarakat pesisir yang dimaksud, kata dia, tidak hanya nelayan, tetapi juga petani dan masyarakat tempatan yang memiliki ketergantungan terhadap ruang hidup serta sumber daya di wilayah pesisir.

“Mau dia bernama nelayan, mau dia bernama petani, mau dia bernama masyarakat tempatan, bagaimana konsekuensi itu diminimalisir, bagaimana agar konsekuensi itu dibantu mencari jalan terbaiknya,” tuturnya.

Dalam konteks tersebut, Amsakar berharap GMPP tidak hanya menjadi organisasi yang menghimpun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap wilayah pesisir. GMPP diharapkan hadir di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi persoalan, serta ikut mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Menurutnya, organisasi masyarakat yang memahami kondisi di lapangan dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan begitu, berbagai persoalan dapat disampaikan secara konstruktif dan dicarikan solusi melalui semangat kolaborasi.

Sementara itu, Ketua GMPP Provinsi Kepulauan Riau, Edi Sofyan, mengatakan, GMPP lahir dari kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di kawasan pesisir dan laut.

Ia menyebut, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah isu eksploitasi laut di Tanjungpinang. Menurutnya, persoalan pesisir tidak dapat dilihat dari satu sisi karena berkaitan dengan lingkungan, ekonomi, sosial, hingga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

“Batam sebagai daerah kepulauan dengan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat memiliki masyarakat pesisir yang kehidupannya sangat erat dengan laut. Kondisi ini membuat keberadaan GMPP diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain mendorong penyelesaian berbagai persoalan, GMPP akan mengambil peran dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat pesisir. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan memperoleh perlindungan di tengah berbagai perubahan akibat pembangunan.

Edi menegaskan, GMPP terbuka untuk membangun kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk penguatan sektor ekonomi agar masyarakat dapat berkembang dan memiliki kemandirian secara berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

12 September 2026 - 16:54 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair Asia 2026

12 September 2026 - 14:35 WIB

Video Warga Batam di Kamboja Beredar: Keluarga Diminta Lapor, Pemko Koordinasi dengan Kemlu dan BP2MI

11 September 2026 - 21:58 WIB

LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26

11 September 2026 - 19:24 WIB

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen

11 September 2026 - 16:43 WIB

Trending di Batam