10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Advetorial

Migrasi Tinggi Jadi Tantangan Pengendalian Pengangguran di Batam

badge-check


					Migrasi Tinggi Jadi Tantangan Pengendalian Pengangguran di Batam Perbesar

Realbatam.com. Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menekan tingkat pengangguran terbuka di tengah tingginya arus migrasi penduduk yang masuk ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, tren penurunan pengangguran tetap berjalan, meski dihadapkan pada tantangan meningkatnya jumlah pendatang setiap tahun.

“Pengangguran di Batam menunjukkan penurunan, namun tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja,” ujar Rudi, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, Batam menjadi salah satu daerah tujuan utama pencari kerja di Indonesia. Tingginya minat masyarakat datang ke Batam dipicu oleh persepsi sebagai daerah dengan peluang ekonomi yang menjanjikan.

Data tahun 2025 mencatat, jumlah penduduk yang masuk ke Batam mencapai 49.009 jiwa, sementara yang keluar sebanyak 31.353 jiwa. Dengan demikian, terdapat penambahan 17.656 jiwa pendatang baru.

Menurut Rudi, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap dinamika ketenagakerjaan, termasuk meningkatnya persaingan kerja serta kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

“Selain jumlah pencari kerja yang meningkat, tantangan lain adalah kesiapan keterampilan tenaga kerja yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri, terutama di sektor manufaktur dan ekonomi digital,” katanya.

Ia menambahkan, masuknya tenaga kerja dengan keterampilan terbatas turut memengaruhi kualitas sumber daya manusia di Batam.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam menjalankan sejumlah program strategis, antara lain perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, serta penempatan tenaga kerja.

Selain itu, kolaborasi juga diperkuat dengan berbagai pihak, seperti perusahaan swasta, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, hingga Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

“Sinergi ini penting agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal dan kualitas SDM terus meningkat,” ujar Rudi.

Pemko Batam optimistis, melalui langkah tersebut, pengangguran dapat terus ditekan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap positif.

*Batam Masuk Lima Besar Kota Migrasi Tertinggi*

Pemerintah Kota Batam terus menertibkan administrasi kependudukan seiring meningkatnya arus migrasi ke daerah tersebut. Hingga April 2026, tercatat sekitar 11 ribu pengajuan pindah masuk, dengan rata-rata mencapai 200 permohonan per hari.

Rudi Panjaitan, mengatakan tingginya mobilitas penduduk menjadikan Batam sebagai salah satu kota dengan angka migrasi tertinggi di Indonesia.

“Pemko Batam melalui perangkat daerah terkait terus melakukan pendataan sekaligus sosialisasi aturan administrasi kependudukan kepada para pendatang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan, sebagian besar pendatang masih menggunakan KTP dari daerah asal, tujuan kedatangan pun beragam, mulai dari mengunjungi keluarga hingga mencari pekerjaan.

Rudi menjelaskan, tidak seluruh pengajuan pindah merupakan pendatang baru. Sebagian di antaranya merupakan warga yang telah lama tinggal di Batam, tetapi baru mengurus perpindahan domisili untuk kebutuhan administrasi kerja.

Untuk memastikan tertib data, Pemko Batam menerapkan sejumlah ketentuan, di antaranya kewajiban melampirkan surat penjamin dari keluarga, kesesuaian alamat pada KTP penjamin, serta pendaftaran bagi pendatang sementara sebagai nonpermanen.

Selain itu, layanan administrasi kependudukan kini semakin mudah diakses secara digital melalui aplikasi Lakse Batam dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Penataan data ini penting agar kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran,” kata Rudi.

Ia menambahkan, derasnya arus urbanisasi menjadikan Batam tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. (

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal

28 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga

28 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

28 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

28 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Trending di Batam