10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Advetorial

Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026).

Realbatam.com. Batam-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa masa depan Kota Batam sangat ditentukan oleh kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM). Karena itu, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi warga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diikuti 520 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan tematik di tingkat kelurahan.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam Erdawati Firmansyah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam, jajaran camat dan lurah se-Kecamatan Batam Kota.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga substansi utama pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Batam, yakni penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas yang telah tersedia seiring pertumbuhan penduduk, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat termarginalkan.

“Pemberdayaan masyarakat adalah tentang peningkatan kompetensi dan kecakapan. Melalui pelatihan ini, kita ingin ekonomi keluarga ikut meningkat,” ujar Amsakar.

Ia mencontohkan, melalui peningkatan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang bernilai ekonomis.

Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus memfokuskan APBD pada program perlindungan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan sosial.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam menjalankan program seragam sekolah gratis dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam saat ini telah mencapai 98,2 persen.

Pada sektor ekonomi dan UMKM, Pemko Batam memberikan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil, dengan rencana peningkatan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal, seperti penambang pancung, penarik becak, dan pengemudi ojek online, serta insentif bagi lanjut usia.

“Investasi pada SDM memang hasilnya tidak instan. Mungkin baru terlihat 25 tahun mendatang. Namun, ini jauh lebih penting karena masa depan Batam bergantung pada daya saing manusianya,” katanya.

Amsakar turut mengapresiasi camat dan lurah di Kecamatan Batam Kota yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara efektif dan efisien.

Adapun kegiatan pemberdayaan tersebut meliputi pelatihan daur ulang sampah rumah tangga di Kelurahan Baloi Permai dan Teluk Tering, pelatihan peningkatan kompetensi kader Posyandu di Kelurahan Belian, Sungai Panas, dan Taman Baloi, serta pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) dasar di Kelurahan Sukajadi.

Sejalan dengan program lingkungan, Bank Sampah Unit juga telah terbentuk di seluruh kelurahan se-Kecamatan Batam Kota dengan total 762 anggota. Hingga saat ini, gerakan pemilahan sampah berhasil mengumpulkan 12.129 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan nilai mencapai Rp20,7 juta.

Salah seorang peserta dari Kelurahan Belian, Lita, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan tentang kesehatan anak di Posyandu, kami juga belajar mengelola ekonomi keluarga dengan lebih baik,” ujarnya (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal

28 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga

28 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

28 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

28 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Trending di Batam