PB PII Desak Kapolda Jateng Dicopot Usai Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Cari Jalan Keluar Keluhan Wisatawan Mancing soal Hasil Tangkapan

badge-check


					Wali Kota Lis Cari Jalan Keluar Keluhan Wisatawan Mancing soal Hasil Tangkapan Perbesar

Realbatam.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan wisatawan mancing dari luar negeri mulai berkurang datang melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura. Kondisi itu berkaitan dengan keluhan wisatawan yang kesulitan membawa pulang hasil tangkapan ikan.

Informasi tersebut diperoleh dari pelaku usaha perjalanan wisata yang melayani wisatawan, terutama dari Malaysia. Sebagian wisatawan memilih meninggalkan hasil tangkapannya, sementara sebagian lainnya beralih menggunakan pintu masuk di daerah lain.

“Setelah kami cek, persoalannya sederhana, yaitu ketika mereka membawa box hasil pancingan untuk pulang, selalu ditahan,” kata Lis, Jumat (10/7/2026).

Persoalan itu muncul di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, selama Januari hingga Mei 2026 jumlah kunjungan mencapai 837.015 orang atau naik 17,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.605 wisatawan masuk melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura atau sekitar 3,18 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau. Jumlah itu masih berada di bawah Batam, Bintan, dan Karimun.

Keluhan mengenai hasil tangkapan ikan, lanjut Lis, sudah beberapa kali disampaikan agen perjalanan dari Malaysia kepada mitra usaha wisata di Tanjungpinang. Persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar agar tidak memengaruhi minat wisatawan memilih Tanjungpinang sebagai tujuan wisata mancing.

Karena itu, Lis telah berkomunikasi dengan Bea Cukai dan Kantor Imigrasi untuk membahas persoalan tersebut bersama instansi terkait.

“Saya sudah menghubungi Kepala Bea Cukai dan juga berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi. Kami berharap bisa duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.

Lis berharap seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mendukung sektor pariwisata di Tanjungpinang. Menurutnya, kemudahan bagi wisatawan tetap dapat diupayakan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

“Kita harus punya komitmen bersama agar pengembangan Tanjungpinang menjadi kota wisata tidak sia-sia,” tutupnya.

Sumber: MC TPI
Redaksi: Asyraf A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Trending di Tanjungpinang