Menu

Mode Gelap
PLN Belakang Padang Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara Ke-80, Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Masyarakat Li Claudia Janjikan Bonus Tambahan, Motivasi Atlet Batam Pertahankan Juara Umum POPDA Kepri 379 Jemaah Haji Kloter 25 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat Ditarget Awal Agustus Wali Kota Lis Darmansyah Tekankan Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga Wali Kota Lis: Setiap Koreksi Jadi Bekal Tampil Terbaik di MTQ Kepri

Kepri

Sarasehan Doktor KAHMI Kepri Dorong Penguatan Riset Sejalan dengan Pembangunan Monumen Bahasa

badge-check


					Sarasehan Doktor KAHMI Kepri Dorong Penguatan Riset Sejalan dengan Pembangunan Monumen Bahasa Perbesar

Realbatam.com. ​Tanjungpinang- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar Sarasehan Doktor dengan mengangkat isu strategis pembangunan kebudayaan Melayu. Salah satu topik utama yang akan dibahas adalah pentingnya menyeimbangkan pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat dengan penguatan riset, penelitian, dan publikasi ilmiah.

​Ketua KAHMI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Suryadi, mengatakan pembangunan Monumen Bahasa merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas Kepulauan Riau sebagai tanah kelahiran bahasa Indonesia. Namun, menurutnya, pembangunan fisik harus diiringi dengan pembangunan ekosistem ilmu pengetahuan.

​”Kami mendukung pembangunan Monumen Bahasa sebagai simbol penghormatan terhadap jasa Raja Ali Haji dan Pulau Penyengat. Namun, pembangunan kebudayaan tidak boleh berhenti pada bangunan fisik. Harus ada investasi yang berkelanjutan untuk riset, penelitian, dan publikasi ilmiah agar warisan intelektual Raja Ali Haji terus hidup dan berkembang,” ujar Dr. Suryadi.

​Senada dengan itu, Dr. Hos Arie Sibarani, Founder dan Executive Director Raja Ali Haji Research Network, menilai pembangunan Monumen Bahasa akan memiliki dampak yang lebih besar apabila diikuti dengan kebijakan yang mendukung lahirnya penelitian dan publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

​Menurutnya, Raja Ali Haji bukan hanya tokoh sejarah atau pahlawan bahasa, melainkan seorang pemikir besar yang gagasan-gagasannya masih sangat relevan untuk dikaji dalam bidang bahasa, sastra, hukum, pemerintahan, etika, hingga konstitusionalisme.

​”Monumen adalah simbol penghormatan, tetapi riset adalah cara menghidupkan warisan intelektual. Jangan sampai kita menghabiskan lebih dari seratus miliar rupiah untuk membangun monumen, sementara dukungan terhadap penelitian, publikasi ilmiah, penerjemahan karya Raja Ali Haji, dan pengembangan pusat kajian masih sangat terbatas. Investasi pada ilmu pengetahuan akan memberikan manfaat yang jauh lebih panjang dibandingkan investasi pada bangunan semata,” kata Dr. Hos Arie Sibarani.

​Ia mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengalokasikan anggaran khusus untuk:

​Hibah penelitian

​Publikasi di jurnal nasional dan internasional

​Digitalisasi manuskrip Melayu

​Penerjemahan karya Raja Ali Haji ke berbagai bahasa dunia

​Penyelenggaraan konferensi ilmiah internasional secara rutin

​Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat posisi Pulau Penyengat bukan hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai pusat kajian dunia Melayu dan pemikiran Raja Ali Haji yang diakui secara internasional.

​Sarasehan Doktor KAHMI Kepri diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam menyusun kebijakan kebudayaan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, pembangunan Monumen Bahasa tidak hanya menjadi investasi pada aspek fisik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tradisi riset, publikasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis warisan intelektual Raja Ali Haji.

​”Peradaban besar tidak hanya dikenang melalui monumen yang megah, tetapi juga melalui gagasan yang terus diteliti, ditulis, dan diajarkan kepada dunia,” tutup Dr. Hos Arie Sibarani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat Ditarget Awal Agustus

30 Juni 2026 - 22:53 WIB

Wagub Nyanyang Dikukuhkan Sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Kepri

30 Juni 2026 - 06:30 WIB

Wagub Nyanyang Dorong Pembangunan Modern di Kepulauan Riau

29 Juni 2026 - 19:52 WIB

Wagub Nyanyang Berharap DPD Wanita Tani Indonesia HKTI Kepri Bergerak Membantu Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kepulauan Riau

29 Juni 2026 - 19:44 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

29 Juni 2026 - 19:38 WIB

Trending di Kepri