BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Lepas Kontingen Karimun, Endipat Wijaya Siapkan Bonus untuk Atlet yang Berprestasi Reses di Karimun, Endipat Wijaya Perjuangkan Pendidikan hingga Ambulance Gratis Sekda Firmansyah: Mubaligh Berperan Penting Menjaga Persatuan dan Menangkal Hoaks Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan Pemprov Kepri Hibahkan Barang dan Kendaraan untuk Lembaga Nirlaba Sosial Kemasyarakatan, Gubernur: “Ini Wujud Komitmen Pemerintah”

Nasional

Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Statusnya PKWT

badge-check


					Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Statusnya PKWT Perbesar

Realbatam.com. Jakarta-Pemerintah membuka rekrutmen posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk 30 ribu orang. Mereka yang berstatus manajer tersebut tidak akan menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

“Untuk memastikan operasional berjalan profesional, panitia seleksi pengadaan sumber daya manusia Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih juga telah membuka rekrutmen untuk 30.000 calon manajer KDKMP,” kata Qodari.

Puluhan ribu manajer KDKMP tersebut bakal dinaungi salah satu BUMN yang juga menjadi penanggung jawab Koperasi Desa, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Yang selanjutnya nanti akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara,” imbuhnya.

Qodari menuturkan tim seleksi mencatat ada 600 ribu pelamar posisi manajer KDKMP per 17 Mei 2026. Hasil seleksi, sebanyak 438 ribu pelamar dinyatakan lolos tahap administrasi.

Dari jumlah itu, sebanyak 101 ribu lolos tahap kompetensi. Seratusan ribu orang itu kemudian mengikuti tes mental, ideologi, serta pemeriksaan kesehatan pada 20-31 Mei 2026.

“Pelamar yang lolos akan berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun, sesuai dengan perencanaan program pada masa penguatan awal koperasi,” jelasnya.

“Mereka bukan berstatus ASN, PPPK, maupun CPNS. Jadi, skemanya adalah PKWT selama 2 tahun,” ungkap Qodari menambahkan.

Qodari juga menyebut pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 80 ribu unit KDMP se-Indonesia hingga 2029 dan berlangsung hingga saat ini.

Sebanyak 1.061 KDKMP telah beroperasi di Jawa Timur dan di Jawa Tengah hingga 8 Juni 2026. Sebanyak 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah.

“Sebanyak 23.010 titik sedang dalam proses pembangunan, dengan 12.232 titik di antaranya telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahapan persiapan operasional,” tuturnya.

“Berdasarkan informasi dari PT Agrinas Pangan, sebanyak 20.000 titik ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus yang akan datang,” lanjut papar Qodari menyampaikan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura

27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional