Realbatam.com. Batam-Pemberhentian 12 guru honorer dan kasus perekrutan 3 orang pegawai PPPK diduga bermasalah di SMA Negeri 5 Batam, baru akan memasuki tahap pelaporan di Polda Kepri.
Rencana pelaporan perekrutan 3 orang pegawai PPPK yang diduga tidak memenuhi syarat di SMA Negeri 5 Batam tersebut, datang dari salah satu Ormas yang berkedudukan di Provinsi Kepri.
Pelaporan rencananya akan dilakukan ke Mapolda Kepri pada hari Senin (4/5/26).
Informasi rencana pelaporan ini sepertinya menimbulkan kepanikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dugaan pemalsuan data 3 orang pegawai PPPK di SMA Negeri 5 Batam.
Pasalnya, pasca beredarnya informasi rencana pelaporan yang akan dilakukan ke Mapolda Kepri, beredar pula informasi upaya perekrutan kembali 12 orang pegawai honorer yang diberhentikan (dipecat) dari SMA Negeri 5 Batam.
“Besok honorer dipanggil ke SMA Negeri 5 Batam pertemuan Komite. Tapi pak Adi tidak di WA bang. Yang di WA ibu Isti. Sementara mereka dipecat Kepsek disaat upacara bendera Senin pagi 5 Januari 2026,” terang salah satu sumber media ini.
Katanya lagi, “Pak Adi gak mau kalau dipanggil Komite bang dan tidak mau digaji dari iuran anak murid. Karena mereka gaji gubernur selama 2023.
Lebih jauh sumber media ini menjelaskan, bahwa hari ini Sabtu (2/5/26) beberapa orang dari pihak sekolah dikabarkan mendatangi kediaman Adi untuk membujuk mengajar kembali di SMA Negeri 5 Batam.
“Assalamu’alaikum, hari ini rumah Pak Adi didatangi Pak kepsek SMA Negeri 5 Batam Jamal, Friska, Muhammad dan David. Karena Pak Adi tidak mau dipanggil Komite. Membujuk Pak Adi untuk masuk lagi ke SMA Negeri 5 Batam. Pak Adi belum ada kata jawaban karena sudah merasa sedih dan kecewa,” jelas sumber.
Kata sumber lagi, “Senin disuruh masuk. Mereka uda ketar ketir. Mereka maksa Pak Adi harus masuk Senin,” pungkasnya.
Terkait informasi ini tim wartawan sudah mencoba menghubungi Jamal Dinata, S.Pd, MM, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Batam. Sampai berita ini dimuat belum ada jawaban atas konfirmasi wartawan.







