Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU

Batam

Diduga pelabuhan Jalur Tikus, Galangan Kapal di Batam Disorot

badge-check


					Diduga pelabuhan Jalur Tikus, Galangan Kapal di Batam Disorot Perbesar

RealBatam.com-Batam-Dugaan praktik penyelundupan barang ilegal kembali mencuat di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kali ini, sorotan mengarah ke area dugaan pelabuhan galangan kapal PT Marinatama Gemanusa Shipyard di Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, yang diduga dimanfaatkan sebagai pelabuhan tidak resmi (jalur tikus).
‎
‎Pantauan media, Sabtu (17/1/2026), menunjukkan sebuah truk bermuatan padat memasuki area galangan kapal dengan gerak gerik yang mencurigakan.
‎
‎Berdasarkan informasi lapangan, jalur tersebut diduga digunakan untuk keluar-masuk rokok tanpa pita cukai, minuman beralkohol (mikol), serta barang elektronik tanpa dokumen kepabeanan yang sah.
‎
‎Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas distribusi diduga berlangsung rutin, terutama pada malam hari, dengan melibatkan mobil box, truk, hingga speedboat atau kapal kecil.
‎
‎Galangan kapal yang sejatinya berizin untuk doking dan perawatan kapal itu disinyalir menyimpang dari fungsi peruntukan usahanya.
‎
‎Hingga kini, belum terlihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun Bea dan Cukai Batam, meski aktivitas tersebut disebut kerap berlangsung terbuka. Media juga mempertanyakan status kewenangan pelabuhan di area galangan tersebut.
‎
‎Pihak PT Marinatama Gemanusa Shipyard belum memberikan klarifikasi hingga berita ini diterbitkan. Kasus ini menambah daftar panjang dugaan lemahnya pengawasan terhadap jalur tikus di Batam, wilayah yang selama ini rawan praktik penyelundupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

5 November 2026 - 16:52 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

5 November 2026 - 16:49 WIB

Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

5 November 2026 - 16:42 WIB

Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad

5 November 2026 - 01:55 WIB

Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui

4 November 2026 - 21:15 WIB

Trending di Batam