PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Internasional

Macron Guncang Geopolitik, Ajak Negara Kekuatan Menengah untuk Tak Jadi Vassal Dua Adidaya di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel

badge-check


					Macron Guncang Geopolitik, Ajak Negara Kekuatan Menengah untuk Tak Jadi Vassal Dua Adidaya di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel Perbesar

RealBatam.com,Seoul – Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan seruan yang mengguncang panggung geopolitik di tengah berkecamuknya perang sengit antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, dengan mengajak negara-negara kekuatan menengah untuk bersatu dan tidak menjadi vassal dari dua adidaya yang sedang bertikai.

Berdiri di hadapan para mahasiswa di Universitas Yonsei, Seoul, Macron tidak menyembunyikan kegelisahannya mengenai situasi global yang semakin tidak menentu akibat konflik berkepanjangan tersebut.

Dunia saat ini sedang menyaksikan perang brutal yang telah memasuki minggu kelima, sejak 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang diawali dengan terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

“Tujuan kita bukanlah menjadi vassal dari dua kekuatan hegemonik,” ujar Macron dengan tegas di hadapan para mahasiswa.
“Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah China, atau kita tidak ingin terlalu terekspos pada ketidakpastian Amerika Serikat,” lanjut pernyataan presiden Prancis tersebut.

Pernyataan ini merupakan seruan perang diplomatik yang menandai babak baru dalam tatanan global, tepat ketika dunia berada di ambang kehancuran ekonomi akibat konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.

Macron secara spesifik menyebut sejumlah negara yang dianggap memiliki pandangan serupa dan sama-sama dirugikan oleh ketidakstabilan global, antara lain Jepang, Korea Selatan, Australia, Brasil, Kanada, serta India.
Menurut Macron, negara-negara kekuatan menengah ini memiliki agenda bersama dalam berbagai isu krusial seperti hukum internasional, demokrasi, perubahan iklim, dan kesehatan global.

Bersama-sama, mereka dapat bekerja sama di berbagai bidang strategis termasuk kecerdasan buatan, ruang angkasa, energi nuklir, pertahanan, serta keamanan regional dan global.

Seruan penting Macron ini muncul tepat ketika perang antara Iran melawan AS-Israel mencapai titik kritis dengan korban jiwa yang terus berjatuhan.
Lebih dari 1.340 orang telah tewas sejak konflik dimulai, termasuk jajaran tertinggi kepemimpinan Iran seperti mantan Pemimpin Tertinggi Sayyid Ali Khamenei, Panglima IRGC Mohammad Pakpour, serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Trending di Internasional