Kecewa Atas Penanganan Sejumlah Kasus, Irfan Nazori Gantung Kutang dan Celana Dalam Di Depan Polres Musi Banyuasin Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

Batam

Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndiHome

badge-check


					Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndiHome Perbesar

RealaBatam.Com. Batam-Akibat layanan internet yang sering mengalami gangguan dan minimnya respon perbaikan, Yusril Koto, seorang pengusaha di Batam, memutuskan untuk berhenti berlangganan layanan internet IndiHome. Kekecewaan ini memuncak saat Yusril mendatangi kantor GraPARI Telkomsel di Nagoya Hill, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (19/3/2026).

 

Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi pelanggan setia selama tujuh tahun dengan biaya langganan sebesar Rp450 ribu per bulan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kualitas jaringan menurun drastis. Meski sudah berulang kali mengajukan komplain, teknisi yang dijanjikan tidak kunjung datang untuk melakukan perbaikan.

 

“Sudah tujuh tahun saya berlangganan, tapi belakangan ini jaringan sering gangguan. Sudah dikomplain berkali-kali, tapi teknisi tidak juga datang,” ujar Yusril dengan nada kecewa.

 

Gangguan internet tersebut berdampak langsung pada kelangsungan bisnisnya di Kadai Kopi Datuak yang berlokasi di Ruko Grand BSI Blok A2 No. 7, Batam Center. Menurutnya, konsumen merasa tidak nyaman karena fasilitas Wi-Fi yang disediakan tidak dapat digunakan dengan baik. Hal inilah yang membulatkan tekadnya untuk memutus kontrak langganan.

 

Sebagai bentuk itikad baik, Yusril mendatangi GraPARI untuk mengembalikan perangkat modem milik perusahaan. Namun, ia menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak profesional. Saat Yusril meminta besok (20/3) ia lakukan pembayaran tagihan sisa pemakaian hingga tanggal 19 Maret 2026, petugas bernama Iman justru menolak.

Ironisnya, perangkat modem yang dikembalikan tersebut diletakkan begitu saja oleh Iman di luar depan kantor GraPARI Nagoya Hill dengan sikap yang kurang ramah. Kejadian ini menambah daftar panjang kekecewaan Yusril terhadap layanan purna jual perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad

5 November 2026 - 01:55 WIB

Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui

4 November 2026 - 21:15 WIB

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI Prabowo Subianto

4 November 2026 - 18:13 WIB

Buka Ruang Kolaborasi, Amsakar Tekankan Peran Pers dalam Pembangunan Batam

4 November 2026 - 17:58 WIB

Tindak Lanjuti Laporan Warga, Amsakar Pastikan Tiga Anak di Bengkong Mendapat Akses Pendidikan

3 November 2026 - 22:22 WIB

Trending di Batam