LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26 PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Internasional

Iran Angkat Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru meski Ada Ancaman Trump

badge-check


					Iran Angkat Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru meski Ada Ancaman Trump Perbesar

RealBatam.com,Teheran-Majelis Pakar Iran akhirnya resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang pemimpin sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ahad (8/3/2026) waktu setempat.

Keputusan besar ini muncul hanya sembilan hari setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menewaskan Ali Khamenei.

Peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam di Teheran, tetapi juga menyeret kawasan Timur Tengah ke ambang peperangan yang lebih luas.

Menanggapi kekosongan kekuasaan tersebut, Majelis Pakar Iran yang merupakan lembaga ulama tertinggi di Iran segera mengadakan pertemuan darurat. Fokus utama mereka adalah memilih sosok pemimpin baru yang mampu menavigasi negara di tengah situasi konflik yang memanas.

“Berdasarkan pernyataan resmi dari Majelis Ahli, Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun dipilih berdasarkan hasil pemungutan suara yang menentukan. Ia diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran, meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ayah dan pendahulunya,” tulis Al Arabiya, Senin (9/3/2026).

Pihak Majelis Pakar Iran menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak ragu dalam mengambil keputusan ini. Meskipun berada di bawah tekanan serangan dari Amerika Serikat, proses suksesi tetap berjalan tanpa hambatan.

Mojtaba sendiri dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki hubungan sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sejak lama, ia telah dipandang oleh jajaran elite penguasa Iran sebagai kandidat kuat pengganti ayahnya yang tewas dalam serangan udara beberapa waktu lalu.

Meskipun ideologi penguasa Iran sebenarnya cenderung menghindari sistem suksesi turun-temurun, Mojtaba memiliki basis pendukung yang sangat kuat. Ia didukung penuh oleh elemen-elemen berpengaruh di dalam IRGC serta kantor kepresidenan ayahnya yang masih memegang kendali besar.

Pada sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat meremehkan sosok Mojtaba dengan menyebutnya sebagai figur yang “kurang berpengaruh.” Trump bahkan menegaskan kembali pada Ahad bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suara dalam penentuan pemimpin baru tersebut agar stabilitas dapat terjaga.

Dalam wawancaranya dengan ABC News sebelum pengumuman resmi keluar, Trump memberikan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa tanpa persetujuan dari pihak Barat, kepemimpinan baru di Iran mungkin tidak akan bertahan lama di tengah tekanan internasional yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:42 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Trending di Internasional