Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat

Dunia

Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar

badge-check


					Ratusan Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Berskala Besar Perbesar

RealBatam.com,Teheran – Dalam eskalasi ketegangan yang semakin memuncak di Timur Tengah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa ratusan personel militer Amerika Serikat tewas atau luka-luka akibat serangan balasan yang dilakukan Tehran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad (1/3/2026) menurut laporan kantor berita Fars.

Menurut pernyataan resmi IRGC, dalam serangan balasan tersebut jelas disebutkan bahwa puluhan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak (drone) dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS, termasuk di wilayah Bahrain, Kuwait, dan beberapa titik lain di kawasan Teluk. Serangan ini, menurut klaim Iran, berhasil menyebabkan 560 personel militer Amerika tewas atau luka-luka sebagai bagian dari operasi balasan besar-besaran terhadap apa yang disebut Teheran sebagai “agresi AS-Israel”.

Iran menyatakan bahwa serangan itu adalah tanggapan langsung terhadap serangkaian serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target strategis di dalam wilayah Republik Islam Iran, termasuk ibu kota Teheran dan infrastruktur militer penting lainnya. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan gabungan tersebut menimbulkan kerusakan yang luas serta korban sipil di beberapa provinsi Iran.

Dalam pernyataannya, juru bicara IRGC menegaskan bahwa operasi militer itu merupakan bagian dari hak Iran untuk membalas agresi luar negeri, dan akan terus berlanjut “tanpa henti” hingga tujuan strategis tercapai. Pernyataan tersebut juga mengklaim bahwa beberapa fasilitas komando dan dukungan utama militer AS mengalami kerusakan serius akibat serangan rudal dan drone Iran.

Sementara itu, media resmi Iran juga melaporkan bahwa selain target-target militer AS, pangkalan-pangkalan penting Israel menjadi bagian dari sasaran serangan balasan Tehran, yang menurut Iran turut menyebabkan banyak korban di jajaran pasukan agresor.

Hingga saat ini, klaim jumlah korban militer AS tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak berwenang Amerika Serikat atau organisasi internasional, dan tidak ada pernyataan resmi dari Pentagon yang menyatakan angka yang sama. Situasi di lapangan masih berkembang dan ketegangan militer antara kedua negara diperkirakan akan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Yaman Klaim 1.150 Petempur Houthi Dilumpuhkan dalam 1.900 Serangan

11 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Trending di Dunia