Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum Jambore PKK Batam 2026 Digelar November, 120 Kader Siap Berpartisipasi

Daerah

Menu “Diet Ketat” MBG di Kota Banjar

badge-check


					Menu “Diet Ketat” MBG di Kota Banjar Perbesar

RealBatam.com,Banjar-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar kini resmi memasuki fase “minimalis” yang mencengangkan. Aktivis mahasiswa, Sandi Mardiana Putra, kembali melontarkan kritik pedas setelah menemukan fakta lapangan yang jauh dari narasi kemakmuran pangan. Menurutnya, paket yang dibagikan lebih mirip bekal darurat pengungsi daripada investasi gizi nasional.

Trilogi Nutrisi: 3 Butir Kurma, Roti Murah, dan Susu “Irit”
Sandi menyoroti paket menu yang jauh dari standar kecukupan kalori untuk siswa. Ia menemukan bahwa dalam satu kotak makanan, komponen “bergizi” yang dijanjikan menyusut drastis menjadi kombinasi yang tidak masuk akal secara medis maupun ekonomi.

“Pemerintah sepertinya sedang melakukan eksperimen sosial: seberapa kuat anak-anak Banjar bertahan hidup hanya dengan 3 butir kurma dan sepotong roti harga 2000-an,” sindir Sandi dengan nada satir yang kental. “Susu kotak murni yang diberikan pun porsinya sangat irit. Kalau ditotal, nilai gizi dan harganya sangat jauh dari standar anggaran yang digembar-gemborkan.”

Analisis Sandi: Gizi yang Dipangkas Demi Cuan Vendor
Sandi Mardiana Putra menilai bahwa menu “tiga butir kurma” ini adalah bentuk penghinaan terhadap akal sehat rakyat. Ia mempertanyakan transparansi aliran dana yang seharusnya menjadi hak gizi anak sekolah, namun diduga bocor di tengah jalan menuju kantong vendor.

Matematika Ajaib: Anggaran per porsi yang katanya belasan hingga puluhan ribu rupiah, tapi faktanya hanya mewujud dalam roti yang teksturnya lebih mirip karet dan kurma yang jumlahnya bisa dihitung jari satu tangan.

Standar Ganda: Pejabat pamer foto makan mewah di media sosial, sementara anak sekolah di Banjar disuguhi menu yang lebih cocok disebut “camilan pengganjal lapar” daripada makan siang bergizi.

Susu Pemanis: Susu kotak yang dibagikan dinilai hanya sebagai pelengkap agar terlihat “wah” di kamera, tanpa mempertimbangkan apakah kandungan gulanya lebih tinggi daripada proteinnya.

“Jangan Jadikan Anak Banjar Objek Penghematan Anggaran!”
Dengan gaya bicaranya yang vokal, Sandi menegaskan bahwa jika program ini terus berjalan dengan cara “asal ada” seperti ini, maka Kota Banjar hanya akan melahirkan generasi yang mahir menghitung biji kurma, bukan generasi emas.

“Kita tidak butuh penghematan anggaran di piring anak-anak. Kalau vendornya tidak sanggup memberikan protein nyata—seperti telur atau daging—ya jangan dipaksakan. Jangan sampai kurma dan roti murah ini jadi saksi bisu betapa serakahnya tata kelola proyek MBG di kota ini,” tegas Sandi.

Sandi Mardiana Putra menutup kritiknya dengan tuntutan agar pemerintah Kota Banjar segera melakukan sidak mendadak ke gudang vendor dan membuka kontrak kerjasama agar publik tahu: ke mana larinya sisa uang dari harga roti 2000-an tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

2 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Trending di Jawa Barat