Dialog di RRI Tanjungpinang, Hendri Kurniadi Tekankan Pentingnya Literasi Digital Bagi Masyarakat Dewi Ansar: Fokus Posyandu Bukan Cuma Kesehatan, Tapi Mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal Video Warga Batam di Kamboja Beredar: Keluarga Diminta Lapor, Pemko Koordinasi dengan Kemlu dan BP2MI LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26 PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak

Regional

Refleksi 23 Tahun Kota Banjar: BEM PTNU Gugat Estetika Pembangunan, Desak Restorasi Kedaulatan Rakyat

badge-check


					Refleksi 23 Tahun Kota Banjar: BEM PTNU Gugat Estetika Pembangunan, Desak Restorasi Kedaulatan Rakyat Perbesar

RealBatam.com,Kota Banjar-Di balik gemerlap seremoni dan angka “23” yang menghiasi sudut kota, sebuah kritik tajam lahir dari rahim gerakan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Kota Banjar memperingati Hari Jadi Kota Banjar dengan sebuah tamparan keras bagi para pemangku kebijakan: Sudahkah rakyat benar-benar berdaulat, atau hanya menjadi penonton di tanah sendiri?

Mengusung tema perlawanan intelektual “Banjar Berbenah, Rakyat Berdaulat!”, BEM PTNU menegaskan bahwa usia 23 tahun bukan lagi masa untuk “belajar,” melainkan masa pembuktian janji kesejahteraan yang selama ini dianggap masih mengambang di awang-awang.

*Pembangunan Fisik: Hanya Kosmetik?
Aktivis BEM PTNU Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, menguliti realitas pembangunan yang selama ini dibanggakan pemerintah. Baginya, kemajuan infrastruktur seringkali hanyalah “kosmetik” yang menutupi luka kemiskinan di akar rumput.

“Dua puluh tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk mendewasakan sebuah daerah. Namun, pembangunan hari ini nampak kehilangan ruhnya. Jangan sampai kita terjebak dalam pemujaan terhadap estetika gedung dan taman, sementara hak-hak dasar rakyat kecil masih terabaikan di pinggiran desa,” tegas Sandi dalam orasinya.

Tiga Catatan Merah untuk Pemerintah
BEM PTNU tidak hanya melempar kritik tanpa arah. Mereka merumuskan tiga poin krusial yang dianggap sebagai kegagalan sistemik yang harus segera didekonstruksi oleh pemerintah daerah:
1. Diktat Ekonomi Marhaen: Menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari yang pro-kapitalis menuju pemberdayaan nyata bagi kaum marhaen dan pelaku ekonomi kecil. BEM PTNU menilai ekonomi akar rumput seringkali hanya dijadikan komoditas politik tanpa dukungan kebijakan yang konkret.
2. Diskriminasi Layanan Publik: Mendesak penghapusan sekat-sekat aksesibilitas. Pendidikan dan kesehatan berkualitas bukan merupakan hak istimewa (privilese) segelintir orang, melainkan kewajiban mutlak negara yang harus dirasakan tanpa tebang pilih.
3. Monopoli Kebijakan: Menggugat ruang partisipasi yang selama ini dianggap hanya formalitas. Mereka mendesak dibukanya pintu dialog strategis di mana pemuda tidak hanya dijadikan objek foto, tapi subjek penentu arah kebijakan daerah.

Kota, Memanusiakan Warga
Sandi Mardiana Putra menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kedaulatan rakyat tidak bisa dibeli dengan jargon-jargon saat kampanye atau spanduk ulang tahun kota.

“Maju itu bukan soal berapa banyak aspal yang digelar, tapi soal seberapa manusiawi kita memperlakukan warga. Kita butuh restorasi kedaulatan. Jika pembangunan tidak berpihak pada kaum marhaen, maka kedaulatan rakyat hanyalah slogan usang yang tidak punya nyawa,” pungkasnya.

BEM PTNU Kota Banjar menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berhenti menjadi pengamat yang pasif. Mereka mengajak warga untuk menjadi pengawal yang garang agar roda pemerintahan tetap berjalan di atas rel kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Langsa Siap Berkolaborasi Sukseskan Festival PKRM PRIMA DMI

11 September 2026 - 08:39 WIB

Sekretaris Umum HISSI Aceh Apresiasi dan Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI Langsa

11 September 2026 - 08:35 WIB

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 18:17 WIB

Dari Tunai Ke Digital, KKN Desa Dewi Sri Dampingi UMKM Desa Dewi Sri Gunakan Qris

10 September 2026 - 16:27 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 15:21 WIB

Trending di Regional