Setahun Ansar–Nyanyang Pimpin Kepri Akselarasi Visi Besar: Maju, Makmur, dan Merata

oleh -145 Dilihat
oleh

RealBatam.com,Tanjungpinang-Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, berbagai capaian strategis berhasil ditorehkan. Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi dalam mengakselerasi visi besar: “Kepri Maju, Makmur, dan Merata.”

Gubernur dan Wagub Kepri, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura. (Foto: Dok Diskominfo Kepri)

Keduanya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta, setelah memenangkan Pilkada 2024 dengan raihan 450.109 suara atau 55,06 persen. Sejak saat itu, arah pembangunan Kepri difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis kemaritiman, percepatan infrastruktur dan konektivitas antar-pulau, serta transformasi ekonomi yang tumbuh berkualitas dan inklusif.“Dari visi besar itu, kami turunkan program-program unggulan yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar Ansar usai pelantikan.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura secara resmi menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak terbaik dalam ajang Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Kepri 2025. (Foto: Dok Diskominfo Kepri)

Selain pembangunan ekonomi, Ansar–Nyanyang juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi, serta penguatan pembinaan keagamaan dan pelestarian budaya guna menjaga harmoni masyarakat.

Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera
Memasuki 20 Februari 2026, tepat setahun masa kepemimpinan, capaian ekonomi Kepri menunjukkan lompatan signifikan. Secara kumulatif (C-to-C), pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2025 mencapai 6,94 persen dengan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp224,51 triliun.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan santunan jaminan kematian ke ahli waris. (Foto: Dok BPJS Ketenagakerjaan)

Angka tersebut melonjak dari pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,02 persen, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera (4,81 persen) dan nasional (5,11 persen). Bahkan, Kepri menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

Pertumbuhan ini ditopang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, realisasi investasi yang melonjak, aktivitas konstruksi, produksi migas, serta menguatnya sektor transportasi dan perdagangan luar negeri. Sektor manufaktur kembali tumbuh impresif di tengah tantangan global, menunjukkan daya tahan ekonomi Kepri yang kian solid.
Pariwisata Kepulauan Riau“Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Nyanyang.

Gubernur Ansar Dan Wagub Nyanyang bersama Bupati Karimun Iskandarsyah mengunjungi Dapur SPPG di Jalan Oesman Nikolia, Karimun. (Cui/Biro Adpim Kepri)

Investasi dan Pariwisata Melejit
Realisasi investasi 2025 menunjukkan tren positif. Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 16,62 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melonjak hingga 112,04 persen dibanding tahun sebelumnya.

ektor pariwisata juga menjadi motor penggerak ekonomi. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara menembus 2,027 juta orang atau naik 22,59 persen dibanding 2024. Wisatawan nusantara turut meningkat 22,99 persen. Total belanja wisatawan di Kepri mencapai Rp22 triliun, memberikan efek domino terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Tak kalah membanggakan, nilai ekspor Kepri naik 17,37 persen atau meningkat sebesar 231,74 juta USD dibanding tahun sebelumnya.

Satu tahun pertama Ansar–Nyanyang menakhodai Kepri menjadi fase penting yang menunjukkan arah pembangunan semakin terukur dan progresif. Dengan fondasi pertumbuhan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor yang kian solid, optimisme menuju Kepri yang maju, makmur, dan merata semakin nyata.

“Capaian pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,94 persen ini berkat adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak terkait,” terang Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.

*Indeks Pembangunan Manusia: Tembus Kategori “Sangat Tinggi” *
Selama periode 2021–2025, IPM Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan tren meningkat secara konsisten dan berada di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2025, IPM Kepri mencapai 80,53, meningkat 0,64 poin (0,80%) dibandingkan tahun 2024. Capaian ini sekaligus menandai graduasi dari kategori “Tinggi” menjadi “Sangat Tinggi.”

Secara nasional, Kepri berada di atas angka IPM nasional, peringkat ketiga terbaik nasional, kemudian menjadi peringkat pertama IPM tertinggi di luar Pulau Jawa.

Capaian ini tidak terlepas dari fokus kebijakan pada Peningkatan kualitas pendidikan, Penguatan layanan kesehatan, serta Pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Tingkat Pengangguran Terbuka: Terkendali dan Cenderung Menurun
Pengendalian pengangguran menjadi prioritas melalui pelatihan vokasi dan pemagangan tenaga kerja dalam negeri, serta penguatan konektivitas dunia usaha dan tenaga kerja.
TPT Kepri periode 2020–2025 memang bersifat fluktuatif. Namun tren terbaru menunjukkan kondisi yang semakin terkendali. Pada Agustus 2025, TPT Kepri tercatat 6,45 persen, menurun dari 6,89 persen sebelumnya—atau turun sekitar 0,4 persen.

Dalam kerangka RPJMD 2025–2030, Pemprov Kepri menargetkan TPT berada pada kisaran 6,06–5,57 persen di akhir periode, dengan proyeksi penurunan bertahap hingga 2030. Hal ini mencerminkan optimisme bahwa pasar tenaga kerja Kepri semakin membaik dan produktif.
Provinsi Kepri dibawah kepemimpinan Ansar-Nyanyang sejak awal menjabat terus berupaya mewujudkan komitmen memperbanyak pendidikan vokasi guna melahirkan SDM Kepulauan Riau yang berkarakter, unggul dan berdaya saing hingga dapat terserap pasar dunia kerja.

Angka Kemiskinan: Terendah di Sumatera, Ke-4 Terendah Nasional
Pengendalian kemiskinan menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan yang inklusif. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kepri mencapai 117,28 ribu orang (4,44 persen). Berkurang 7,7 ribu orang dibandingkan September 2024 yang sebesar 124,96 ribu orang (4,78 persen).

Secara posisi nasional, Kepri menempati peringkat ke-4 terendah nasional, setelah Bali, Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta, serta menjadi yang terendah di Pulau Sumatera.

Dalam RPJMD 2025–2030, target kondisi akhir kemiskinan berada pada kisaran 3,55–2,26 persen, dengan proyeksi penurunan bertahap hingga 2030. Penurunan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri semakin inklusif dan menyentuh masyarakat lapisan bawah.

Indeks Kerukunan Umat Beragama Konsisten TOP 5 Nasional
Kepri tidak hanya unggul secara ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam harmoni kehidupan beragama. Pada tahun 2025, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri mencapai 83,68, terdiri dari toleransi: 88,34, kebersamaan: 82,65, dan kesetaraan: 80,68
Nilai ini menempatkan Kepri dalam kategori tinggi, mencerminkan kondisi sosial yang harmonis dan inklusif. Selama empat tahun berturut-turut hingga 2025, Kepri konsisten sebagai TOP 5 Provinsi Terukun se-Indonesia. Di Pulau Sumatera, Kepri menempati peringkat ke-3 IKUB 2025.

Secara nasional, Kepri berada di klaster atas bersama Papua & Sulawesi Utara (85,27), Kep. Bangka Belitung (85,41), Sumatera Barat (85,06), serta DI Yogyakarta (83,26), kemudian Kepri (83,68).

Capaian ini menjadi bukti keberhasilan sinergi pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga dialog lintas iman dan kesetaraan hak beragama.
Dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, arah pembangunan Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan capaian yang terukur dan berbasis data, mencakup sektor lingkungan, infrastruktur, kesehatan, pangan, sosial, dan ekonomi.

Lingkungan, Satpras dan Infrastruktur
Pada sektor Lingkungan, Sarpras, dan Infrastruktur, pembangunan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) meningkat dari 69,47 pada 2021 menjadi 75,05 pada 2024. Capaian IKLH Kepri ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan IKLH Nasional sebesar 72,87 persen.

Kondisi Jalan Mantap
Kondisi jalan mantap juga terus membaik, dari 79,08 persen (2021) menjadi 81,11 persen (2025). Rasio konektivitas meningkat dari 0,53 poin (2023) menjadi 0,55 poin (2024), memperkuat keterhubungan antarwilayah kepulauan. Melalui Program Kepri Terang, rasio elektrifikasi meningkat dari 94,50 persen (2021) menjadi 99,21 persen (2025), dengan tambahan sekitar 14.225 rumah tangga penerima manfaat hingga 2025.

Merdeka Sinyal
Sementara melalui Program Kepri Merdeka Sinyal, perluasan akses telekomunikasi terus dilakukan untuk menjangkau wilayah blank spot, mendukung transformasi digital daerah.
Komitmen digitalisasi ini turut mengantarkan Kepri sebagai provinsi terbaik implementasi QRIS di wilayah Sumatera tahun 2024.

Pembangunan Fisik
Berbagai pembangunan fisik juga terus digesa, revitalisasi infrastruktur jalan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, telah rampung seratus persen.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini mengalihkan fokus untuk memulai pembangunan Tugu Bahasa di pulau bersejarah yang dijuluki Inderasakti tersebut. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan pada tahun 2025 ini kembali melaksanakan penataan di Taman Gurindam 12, Tepi Laut, Tanjungpinang.

Dalam infrastruktur konektivitas, progres pembangunan Jembatan Batam-Bintan menunjukkan kemajuan signifikan. Detail Engineering Design (DED) jembatan ini ditargetkan rampung akhir 2025, dengan panjang total mencapai 7,6 kilometer yang menghubungkan Pulau Batam, Tanjungsauh, Buau, dan Bintan.

Survei dan desain awal telah selesai, dengan dukungan pemerintah sebesar Rp4,23 triliun untuk konstruksi. Pembangunan ini diharapkan memperkuat ekonomi regional, meski terkendala regulasi antarwilayah yang memerlukan harmonisasi kebijakan.

Bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, peningkatan layanan dilakukan melalui penguatan layanan RSJKO serta rencana renovasi rumah sakit milik Pemprov Kepri. Yang terbaru, tujuh gedung layanan baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, diresmikan Jumat (13/2/2026).

Ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional penguatan layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat. Seluruh pembangunan tujuh gedung baru ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp54,39 miliar, dengan realisasi fisik dan keuangan mencapai 100 persen.

Sebagai bagian dari komitmen kesehatan masyarakat, Pemprov Kepri menyediakan Program Rumah Singgah di Batam dan Jakarta untuk memfasilitasi pasien rujukan berobat secara gratis. Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua di Jakarta, yang diresmikan pada Mei 2023, sering penuh dihuni pasien, terutama dari Kota Batam. Fasilitas ini menyediakan layanan seperti hotel, termasuk perabotan lengkap, dan dapat diajukan secara online.

Program ini telah membantu ribuan masyarakat Kepri yang tidak memiliki tempat tinggal di kota besar, dengan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas.

Bantuan Iuran BPJS untuk Kelompok Rentan
Keberpihakan kepada kelompok rentan diwujudkan melalui pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dan petani sebagai perlindungan kecelakaan kerja.
Sementara itu, UMKM terus didorong naik kelas. Persentase UMKM naik kelas meningkat dari 29,95 persen (2022) menjadi 35,46 persen (2024). Dukungan melalui subsidi bunga/margin 0 persen bagi UMKM memperkuat permodalan dan daya saing pelaku usaha.
Sektor Pendidikan
Di sektor pendidikan, Pemprov Kepri memberikan bantuan seragam sekolah gratis kepada 39 ribu siswa baru jenjang SMA/SMK/SLB pada 2025, dengan alokasi anggaran sekitar Rp9 miliar. Penyaluran dilakukan melalui sekolah pada September-Oktober 2025. Selain itu, program transportasi siswa, seperti transportasi laut untuk 831 siswa di 7 sekolah di Kabupaten Lingga, disalurkan dengan total Rp376,2 juta untuk bantuan seragam dan transportasi.

Dalam satu tahun kepemimpinan ini, Kepulauan Riau bergerak dengan capaian konkret: ekonomi tumbuh tinggi, investasi melonjak, kemiskinan menurun, infrastruktur membaik, kualitas lingkungan meningkat, serta perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat semakin kuat. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang pemerataan dan keberlanjutan-mewujudkan Kepri sebagai provinsi maritim yang maju, inklusif, dan berdaya saing.

Gubernur Ansar Ahmad menyatakan, “Capaian ini adalah hasil kolaborasi seluruh pihak. Kami berkomitmen terus mendorong program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur strategis seperti Jembatan Batam-Bintan.”

Upaya Mewujudkan Asta Cita
Sejak awal menjabat, Ansar-Nyanyang menegaskan mendukung visi misi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yang tertuang dalam Asta Cita. Mulai dari memaksimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih, Program 3 Juta Rumah, hingga Program Kemandirian Pangan.

Penghargaan
Di tahun pertama kepemimpinan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura memperoleh berbagai penghargaan di tingkat nasional, di antaranya sebagai berikut:
1. Peringkat Ketiga Peraih Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) MSCP Kategori Pemerintah Provinsi Tahun 2024. Pemberi: Komisi Pemberantasan Korupsi RI.
2. Top Pembina BUMD 2025 Kategori Kepala Daerah. Pemberi: Majalah Top Business.
3. Penghargaan untuk Anggaran Tahun 2023 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan untuk yang ke-15 Kalinya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menerima Opini WTP secara berturut – turut. Pemberi:
BPK RI.
4. Penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dalam acara Baznas Awards 2025 sebagai kepala daerah (WAGUB) yang dinilai berperan aktif dalam mendukung pergerakan zakat di Provinsi
Kepulauan Riau. Pemberi: BAZNAS RI.
5. Innovation Public Official Leader sebagai Inovator Ekonomi Inklusif Daerah. Pemberi: TV ONE.
6. Terbaik pertama untuk kategori Pemerintah Daerah atas Capaian Peningkatan Indek Pembangunan Pemuda (IPP) Tertinggi tingkat Nasional tahun 2024. Pemberi: KEMENPORA RI.
7. Terbaik keempat untuk Kategori Pemerintah Daerah atas Capaian Indek Pembangunan Pemuda (IPP) Tingkat Nasional Tahun 2024. Pemberi: KEMENPORA RI.
8. Peringkat ketiga destinasi ramah Muslim tingkat nasional tahun 2025. Pemberi: KEMENPAR RI.
9. Provinsi terbaik kedua inovasi pengelolaan kepegawaian tingkat nasional tahun 2025 dalam ajang BKN Award 2025. Pemberi: BKN RI
10. Karya-karya Raja Ali Haji ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Kolektif Nasiona; (IKON). Pemberi: Perpustakaan Nasional RI

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.