Realbatam.com. Karimun-Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau, Endipat Wijaya, berkomitmen memperjuangkan perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Karimun. Aspirasi mengenai kondisi sejumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan mendesak akan dibawanya ke tingkat pemerintah pusat agar mendapat perhatian dan penanganan.
Komitmen itu disampaikan Endipat saat melaksanakan kunjungan kerja reses di Poros, Kabupaten Karimun, Rabu (28/10). Dalam agenda tersebut, ia menerima laporan langsung dari Bupati Karimun mengenai kondisi sejumlah fasilitas pendidikan, khususnya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Endipat meminta pemerintah daerah segera melengkapi proposal dan administrasi sebagai dasar pengajuan perbaikan sekolah. Menurutnya, persoalan infrastruktur pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman.
“Insyaallah tahun depan kita benerin semua SD, SMP se-Karimun ini. Jangan ada lagi SD, SMP yang sudah mau roboh,” kata Endipat.

Foto bersama Anggota DPR RI HM Endipat Wijaya, Ketua DPRD Provinsi Kepri Iman Sutiawan, Bupati Karimun, Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan dan sejumlah anggota DPRD Kepri dan Karimun bersama masyarakatKarimun, usai reses HM Endipat Wijaya. Foto : ist
Ia menegaskan, aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto setelah seluruh persyaratan administrasi dari pemerintah daerah dipenuhi.
“Silakan bapak ajukan. Tolong Bapak Ibu selesaikan semua proposal dan administrasinya, insyaallah kami akan langsung sampaikan kepada Bapak Presiden,” ujarnya.
Tak hanya menyerap aspirasi pendidikan, Endipat juga menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk masyarakat Kabupaten Karimun. Kendaraan tersebut diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan layanan transportasi medis, tanpa membedakan latar belakang maupun golongan.
Endipat secara tegas meminta agar penggunaan ambulans itu tidak dibebani biaya operasional ataupun permintaan sumbangan dalam bentuk apa pun.
“Mau siapapun mau pakai, jangan ada rakyat yang pakai dimintain biaya. Jadi, ini ambulans enggak ada yang boleh bayar-bayar,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan pungutan atas penggunaan fasilitas tersebut. Endipat memastikan ambulans itu telah disepakati untuk digunakan secara gratis demi membantu masyarakat Karimun.
“Kalau ada DPC minta bayar, semua minta bayar, telepon Pak Boy atau telepon Pak Iman, karena kami sudah sepakat itu semuanya gratis untuk bisa digunakan oleh masyarakat di Karimun,” lanjutnya.
Penyerahan ambulans tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat, terutama bagi warga yang memerlukan bantuan transportasi medis. (Red)

























