Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

Jawa Barat

Hasil Asesmen Psikologis Ungkap Ketakutan Anak terhadap Rumah Sakit Usai Pengalaman Infus di Karawang

badge-check


					Hasil Asesmen Psikologis Ungkap Ketakutan Anak terhadap Rumah Sakit Usai Pengalaman Infus di Karawang Perbesar

Realbatam.com. Karawang-Pengalaman menjalani tindakan medis yang tidak menyenangkan diduga meninggalkan dampak psikologis pada seorang anak yang pernah mendapatkan pelayanan di RS Permata Keluarga Karawang.

Berdasarkan keterangan keluarga, anak tersebut menjalani pemeriksaan pada 29 Juli 2026 dengan keluhan demam, mual, dan sakit kepala. Dalam proses persiapan rawat inap, pemasangan infus diduga mengalami kegagalan sebanyak lima kali.

Anak dilaporkan menangis dan menjerit kesakitan. Orang tua kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan rawat inap.

Pada 7 September 2026, keluarga membawa anak tersebut menjalani asesmen psikologis di Farida Aini Consulting, Depok.

Dalam keterangan tertulis pemeriksa, anak menyebut pernah mengalami demam dan ditusuk-tusuk. Anak juga memperagakan gerakan menusuk tangan menggunakan jari, terlihat menyembunyikan wajah di balik bantal sofa, dan menyatakan tidak mau dibawa ke rumah sakit lagi.

Psikolog menyampaikan bahwa pengalaman tersebut tampaknya dapat menjadi salah satu stresor yang berdampak terhadap persepsi anak mengenai pengobatan di rumah sakit. Pemeriksa juga merekomendasikan asesmen lebih lanjut dan mempertimbangkan intervensi psikologis.

Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., yang mendampingi keluarga, menegaskan bahwa dampak psikologis pada pasien anak tidak boleh diabaikan.

“Anak bukan hanya membutuhkan pelayanan medis untuk mengatasi penyakitnya. Mereka juga membutuhkan rasa aman, perlindungan, dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi usianya,” ujar Romadhoni.

Ia menegaskan bahwa keluarga menginginkan adanya evaluasi terhadap tindakan medis dan tanggung jawab pelayanan yang diberikan.

Keluarga berharap hasil pemeriksaan psikologis tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyelesaian persoalan, tanpa mendahului pemeriksaan profesional mengenai hubungan sebab akibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

2 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Dugaan Kelalaian Pelayanan Medis, Advokat Romadhoni Kaji Laporan Pidana dan Gugatan Perdata terhadap Rumah Sakit

2 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Trending di Jawa Barat