Arus Balik HMI: Dari Kuadran Pasar Menuju Sosialisme Konstitusional Pimpin Apel Gabungan, Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Wamenhaj Imbau Umrah Tak Naik Pesawat Transit Malaysia-Singapura Rencana Penggunaan PLTN di Batam: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ancaman Keselamatan Publik Bamsoet Dukung Sufmi Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri, MSCI Bukan Penentu Nasib Ekonomi Bangsa Mendagri Tito Karnavian: Normalisasi 137 Sungai Jadi Prioritas Pulihkan Pascabencana Sumatera

Yogyakarta

Gelar Baksos Air Bersih di DIY, PNIB Tegaskan Komitmen Lawan Radikalisme

badge-check


					Gelar Baksos Air Bersih di DIY, PNIB Tegaskan Komitmen Lawan Radikalisme Perbesar

Realbatam.com. Jogjakarta- Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak keterbatasan sumber air, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bergandengan tangan dengan Keluarga Nusantara Sejati (KNS) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) menggelar aksi bakti sosial penyaluran air bersih di wilayah Gunungkidul dan Bantul, Senin (14/09/2026).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, sebanyak 25 tangki air bersih dengan total volume mencapai 125.000 liter didistribusikan secara langsung kepada warga. Penyaluran menyasar sejumlah wilayah yang membutuhkan, di antaranya Dusun Dringo di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, serta kawasan Kalidadap di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul.

Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menegaskan bahwa langkah ini merupakan ikhtiar nyata untuk hadir langsung di tengah kesulitan warga.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih, maka sudah seharusnya kita hadir dan membantu. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian menghadapi kesulitan,” kata Gus Wal.

Ia menambahkan, aksi sosial seperti ini hendaknya dimaknai sebagai bagian dari upaya merawat persatuan nasional.

Menurutnya, persatuan tidak boleh berhenti sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong antar sesama anak bangsa.

Gus Wal mengingatkan bahwa tantangan utama bangsa saat ini bukanlah perbedaan latar belakang, melainkan berbagai persoalan mendasar yang berpotensi memecah belah dan merusak sendi kehidupan bermasyarakat.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan. Musuh bersama bangsa ini bukan sesama anak bangsa, tetapi berbagai persoalan yang merusak kehidupan masyarakat, seperti korupsi, intoleransi, terorisme, radikalisme, anarkisme, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah teradu domba oleh isu politik identitas, persoalan nasab, maupun gagasan yang ingin mengganti dasar negara dengan konsep khilafah.

Menurutnya, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan konsensus kebangsaan yang wajib dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara PNIB, KNS, dan BEM PTNU DIY ini diharapkan menjadi cerminan bahwa gerakan kebangsaan dapat berjalan beriringan dengan aksi sosial kemasyarakatan.

“Merawat Indonesia bukan hanya dengan kata-kata. Mari hadir, membantu, bergotong royong, dan menjaga persaudaraan. Dari air bersih kita bangun kepedulian, dari kepedulian kita kuatkan persatuan, dan dari persatuan kita wujudkan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera tanpa korupsi, intoleransi, khilafah, terorisme, radikalisme, dan anarkisme,” pungkas Gus Wal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pesan Retaker Dokter Kepada Pak Prabowo

20 September 2026 - 02:41 WIB

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Pola Komunikasi Publik Pemerintah Aceh Sorotan Aktivis Pemuda Rantau: Mumtaza Desak Kejelasan Transparansi Birokrasi

26 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Trending di Daerah