Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau. Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah Merawat Warisan Sejarah Pulau Penyengat, Harapan Ekonomi Masyarakat Menguat 442 Atlet Batam Berlaga di Porprov Kepri 2026, Targetkan Juara Umum

HAM

Wilson Lalengke Serukan Konsolidasi Global Perkuat Perlindungan HAM

badge-check


					Aktivis HAM internasional asal Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang juga merupakan Petisioner PBB 2025. (Foto: Dok. Wilson Lalengke) Perbesar

Aktivis HAM internasional asal Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang juga merupakan Petisioner PBB 2025. (Foto: Dok. Wilson Lalengke)

Realbatam.com. Jakarta-Aktivis HAM internasional asal Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., menyerukan penghentian persekusi dan kekerasan terhadap manusia di berbagai wilayah konflik. Seruan tersebut disampaikan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Wilson menilai perlindungan terhadap martabat dan keselamatan manusia merupakan tanggung jawab bersama tanpa membedakan agama, kebangsaan, status sosial, maupun identitas.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban melindungi seluruh masyarakat di wilayahnya serta memastikan aparat tidak terlibat dalam tindakan yang mengancam keselamatan warga.

Wilson juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran lebih aktif dalam merespons berbagai konflik dan krisis kemanusiaan di sejumlah negara.

“PBB harus menjalankan peran sebagai mediator netral dalam memadamkan konflik, baik konflik antarnegara maupun pertikaian internal,” ujar Wilson.

Ia menyerukan konsolidasi negara-negara maju untuk memperkuat upaya meredam konflik dan menempatkan perlindungan masyarakat sipil di atas kepentingan geopolitik.

Wilson menegaskan penghormatan terhadap HAM harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan dan upaya penyelesaian konflik.

“Kita harus melangkah bersama melalui tindakan nyata untuk menyelamatkan jiwa, merawat perdamaian, dan memulihkan martabat kemanusiaan,” tegasnya.

Wilson berharap advokasi hukum, diplomasi, dan kerja sama internasional diperkuat untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak.

Petisioner PBB tahun 2025 ini menegaskan bahwa dunia tidak boleh berdiam diri saat kezaliman dan pembantaian fisik maupun spiritual terus berlangsung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puspom Amankan 4 Prajurit TNI Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Rizky Adha Mahendra

20 Maret 2026 - 02:32 WIB

Pertama di Kepri, Dua Perkara Dihentikan Lewat Restorative Justice KUHAP Baru

12 Maret 2026 - 21:44 WIB

Trending di HAM